Dampak Perdamaian AS dan China, Kekayaan Nvidia Meningkat
Jakarta – Produsen chip raksasa asal Amerika Serikat, NVIDIA, mendapat keuntungan besar setelah AS memutuskan untuk menghapus larangan teknologi ke China. Sebelumnya, perusahaan ini sempat khawatir karena tidak dapat menjual ke pasar China.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menyatakan bahwa pemerintah berencana untuk membuka kembali penjualan chip AI H20 dari Nvidia yang sempat dilarang. Langkah ini merupakan bagian dari negosiasi terkait logam tanah jarang.
Tak lama setelah itu, CEO Nvidia, Jensen Huang, yang berkunjung ke Beijing, memuji pengembang model AI dari China seperti Deepseek, Alibaba, dan Tencent.
Huang mengatakan bahwa model-model AI dari China memiliki kelas dunia, sebagaimana dilaporkan oleh PANGKEP NEWS, Sabtu (19/7/2025).
Menurut Huang, pasar China sangat besar, dinamis, dan penuh inovasi. Bahkan, dia menegaskan pentingnya bagi perusahaan AS untuk memiliki pijakan di Beijing.
Dalam kaitannya dengan perubahan aturan di pemerintah AS, Huang menyebutkan bahwa telah terjadi diskusi konstruktif dan positif antara kedua negara.
“Perubahan terbaru ini sebenarnya berasal dari diskusi konstruktif dan positif antara pemerintah AS dan China mengenai kontrol ekspor,” ujarnya.
Dia juga menambahkan bahwa lisensi akan segera dikeluarkan. “Saya yakin lisensi akan segera datang,” kata Huang.
Untuk mendapatkan persetujuan, pesanan chip Nvidia dari perusahaan China perlu dikirimkan ke pemerintah AS. Kabar menyebutkan bahwa Bytedance dan Tencent juga sedang dalam proses pengajuan aplikasi.
Namun, PANGKEP NEWS melaporkan bahwa Bytedance membantah mereka mengajukan aplikasi. Sementara itu, Tencent belum memberikan komentar.
Saham Nvidia, sebagai salah satu perusahaan paling berharga di dunia, ditutup naik 4% dan hampir tidak berubah dalam perdagangan setelah pasar. Sebelumnya, Nvidia memperkirakan bahwa pembatasan chip yang diputuskan AS pada April 2025 akan mengurangi pendapatannya sebesar US$15 miliar.
Dengan dibukanya kembali akses ekspor chip dari AS ke China, Nvidia akan kembali meraup pendapatan besar dari pasar pentingnya. Kekayaan Huang yang sempat terpengaruh akibat isu pemblokiran kini kembali meningkat.