Jakarta –
Pemerintah berencana mengalihkan sumber impor minyak mentah dari sejumlah negara. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi defisit neraca perdagangan dengan Amerika Serikat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa impor minyak mentah dari beberapa negara di Timur Tengah dan Afrika akan dikurangi, dan dialihkan untuk menambah impor dari Amerika Serikat.
“Sebagian dari Timur Tengah dan sebagian dari beberapa negara di Afrika, itulah yang akan kita kurangi,” ujar Bahlil saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (15/2/2025).
“Namun, saat ini kita sedang mengatur formula yang tepat agar komitmen kita dengan pihak Amerika dapat berjalan, sekaligus memastikan komitmen dengan negara-negara lainnya tidak terganggu,” lanjut Bahlil.
Seperti diketahui, mayoritas impor minyak mentah Indonesia berasal dari Arab Saudi, Angola, Nigeria, Amerika Serikat, Australia, dan negara lainnya.
Namun, menurut Bahlil, negosiasi dengan pihak Amerika Serikat masih terus berlangsung. Oleh karena itu, belum bisa dipastikan kapan rencana pengalihan sumber impor minyak mentah Indonesia akan direalisasikan.
“Sampai hari ini, negosiasi dengan tim Amerika masih berlangsung. Jika sudah selesai, kita baru akan membicarakan strategi implementasinya,” katanya.
Bahlil menjelaskan, alasan untuk mengurangi impor minyak mentah dari Timur Tengah dan Afrika adalah karena kawasan tersebut merupakan sumber impor terbesar bagi Indonesia.
Sebelumnya, Indonesia dikabarkan akan meningkatkan porsi impor minyak mentah dari Amerika Serikat. Keputusan ini diambil setelah rapat terbatas yang merespons tarif Trump, bersama Presiden Prabowo, pada Kamis (17/4/2025).
Sebelumnya, impor minyak mentah dari Amerika Serikat hanya sekitar 4% dari total impor, dan akan dinaikkan menjadi sekitar 40%. Keputusan ini merupakan bagian dari strategi negosiasi Indonesia dalam menanggapi kebijakan tarif impor AS.
“Impor minyak mentah kita dari Amerika tidak lebih dari 4%, dan ini akan kita naikkan menjadi lebih dari 40%,” tutur Bahlil usai rapat.