Pasar Finansial Indonesia Kembali Menguat
Pasar finansial Indonesia mengalami penguatan pekan lalu seiring dengan meredanya ketegangan perdagangan antara China dan Amerika Serikat serta penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia. Harapannya, tren positif ini dapat berlanjut pada pekan ini.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan signifikan minggu lalu. Pada Jumat (23/5/2025), IHSG ditutup naik 0,66% ke 7.214,16, menembus batas psikologis 7.200. Dalam minggu tersebut, IHSG melonjak 1,51%, dan selama sebulan terakhir sudah melesat 10,35%.
Penguatan Pasar Saham dan Rupiah
Penguatan pasar terjadi merata dengan 280 saham naik, 315 turun, dan 211 stagnan. Kapitalisasi pasar mencapai Rp12.592,72 triliun dengan nilai transaksi harian Rp12,15 triliun. Sektor bahan baku mencatat kenaikan tertinggi sebesar 5,19%, diikuti oleh utilitas (+1,94%) dan sektor finansial (+0,52%). Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi pendorong utama dengan lonjakan 8,14%.
Rupiah Menguat
Di pasar valuta asing, rupiah menguat selama enam hari berturut-turut terhadap dolar AS hingga akhir pekan lalu. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Jumat (23/5/2025) ditutup pada Rp16.215/US$, menguat 0,67%. Secara mingguan, rupiah mengalami apresiasi sebesar 1,34%.
Pemerintah Luncurkan Enam Insentif Fiskal
Pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan insentif ekonomi pada 5 Juni mendatang. Paket ini terdiri dari enam insentif untuk mendorong aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat pada pertengahan tahun ini. Insentif ini mencakup subsidi pembelian motor listrik, bantuan pangan, subsidi upah, diskon tarif listrik, diskon tiket pesawat, dan diskon tarif tol.
JP Morgan Naikkan Peringkat Pasar
JP Morgan telah menaikkan peringkat saham di pasar berkembang, termasuk Indonesia, dari netral menjadi overweight. Ini menjadi kabar baik saat IHSG memasuki pekan terakhir Mei. Dengan jadwal perdagangan yang hanya tiga hari karena libur, IHSG berada di titik kritis, mendekati resistance di area 7.300.
Kesepakatan RI-Tiongkok dalam Penggunaan Mata Uang Lokal
Indonesia dan Tiongkok resmi memperkuat kerja sama penggunaan mata uang lokal, mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People’s Bank of China Pan Gongsheng, disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo dan PM China Li Qiang.
Ketegangan Rusia dan Ukraina
Pasukan Rusia melancarkan serangan besar menggunakan drone dan rudal ke wilayah Ukraina, termasuk Kyiv, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai puluhan lainnya. Ini merupakan serangan terbesar dalam perang ini dari segi jumlah senjata yang digunakan.
Risalah FOMC dan Dampaknya
The Fed akan mengumumkan risalah pertemuan FOMC yang dapat mempengaruhi pasar finansial Indonesia. Keputusan The Fed untuk menahan suku bunga mencerminkan kehati-hatian dalam mengantisipasi dampak kebijakan tarif impor oleh Presiden Donald Trump.
Trump Ancam Tarif Tinggi
Presiden Trump mengancam akan memberlakukan tarif 50% terhadap Uni Eropa dan setidaknya 25% terhadap Apple jika iPhone tidak diproduksi di AS. Langkah ini dapat mempengaruhi pasar ekonomi global.