Israel Mengguncang Iran, NATO Minta Amerika dan Sekutunya Kendalikan Tel Aviv
Jakarta, PANGKEP NEWS – Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mendesak negara-negara sekutu Israel untuk segera mengambil langkah menurunkan ketegangan, menyusul serangan udara besar-besaran yang ditujukan ke Iran, termasuk sasaran nuklir dan militer di Teheran, Jumat (13/6/2025).
“Menurut saya, saat ini sangat penting bagi banyak sekutu, termasuk Amerika Serikat, untuk beraksi, sebagaimana mereka sedang lakukan, demi mencegah peningkatan ketegangan. Ini adalah prioritas utama saat ini,” ujar Rutte di Stockholm, Swedia, menurut laporan AFP.
Rutte, yang berbicara bersama Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson, menegaskan bahwa serangan ini adalah tindakan sepihak oleh Israel. Ia juga menyoroti bahwa situasi ini berkembang dengan sangat cepat. “Ini adalah aksi sepihak oleh Israel,” katanya.
Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan peringatan keras terhadap Israel. Dalam pernyataannya, Khamenei menegaskan bahwa Tel Aviv akan menghadapi “nasib pahit dan menyakitkan” atas serangan tersebut.
Serangan Israel dilaporkan telah menewaskan sejumlah tokoh penting militer dan nuklir Iran, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagheri, Kepala Garda Revolusi Iran (IRGC) Hossein Salami, serta beberapa ilmuwan nuklir terkemuka negara itu.
Sebagai tanggapan, militer Israel melaporkan bahwa Iran telah meluncurkan sekitar 100 drone menuju wilayah Israel. Militer menambahkan bahwa sistem pertahanan udara mereka sedang mencegat drone-drone tersebut bahkan sebelum mencapai wilayah Israel.
Pada kesempatan yang sama, Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson juga menyuarakan keprihatinan mendalam atas perkembangan terbaru ini. Ia menyebut situasi di kawasan Timur Tengah kini semakin serius dan penuh ketegangan.
“Apa yang terjadi saat ini di kawasan yang sudah tidak stabil ini, berisiko memperburuk keadaan secara signifikan,” ujar Kristersson.
Kristersson menambahkan bahwa terdapat konsensus luas di antara negara-negara Barat bahwa Iran tidak boleh dibiarkan mengembangkan senjata nuklir. Namun, ia menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus dikembalikan ke meja perundingan.
Menurut Kristersson, ketegangan militer seperti ini juga dapat meningkatkan risiko ancaman terorisme dan aktivitas berbahaya lainnya secara global.
“Hal ini bisa semakin meningkatkan risiko ancaman teroris dan kegiatan berbahaya lainnya,” pungkasnya.
Serangan Israel terhadap Iran terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran global atas program nuklir Iran. Tel Aviv mengeklaim telah mengumpulkan cukup bukti intelijen bahwa Teheran semakin mendekati “titik tidak bisa kembali” dalam pengembangan senjata nuklir.
Namun, tindakan militer Israel memunculkan kekhawatiran baru mengenai potensi meluasnya konflik di kawasan.