Tetap Tenang! LPS Sebut Dampak Kebijakan Tarif AS ke Indonesia Minim
Jakarta, PANGKEP NEWS – Kebijakan tarif yang diterapkan Presiden AS, Donald Trump terhadap produk dari berbagai negara diperkirakan akan menambah tekanan pada ekonomi global, termasuk Indonesia.
Kendati demikian, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak perlu direspon secara berlebihan. Ini karena ekspor Indonesia ke AS tidak sebesar Vietnam dan Kamboja.
Purbaya menjelaskan, “Vietnam dan Kamboja adalah negara yang paling terdampak oleh kebijakan tarif impor AS karena tingginya tarif resiprokal dan besarnya porsi ekspor ke AS dalam PDB mereka. Sementara itu, meskipun Indonesia menghadapi tarif yang tinggi, volume ekspornya lebih kecil,” ungkap Purbaya dalam Forum Investasi 2025 di Jakarta, Jumat, (16/5/2025).
Seperti diketahui, tarif yang dikenakan AS terhadap Indonesia adalah sebesar 32%, sedangkan untuk Vietnam 46% dan Kamboja 49%.
Purbaya melanjutkan bahwa jika terjadi gejolak besar akibat langkah Donald Trump tersebut, Indonesia akan menjadi negara yang paling sedikit terkena dampaknya.
“Kita adalah negara yang paling sedikit terkena dampak. Apalagi kita diuntungkan dengan tarif yang lebih kecil, meskipun ada indikasi bahwa negosiasi tarif kita lebih tinggi. Seharusnya negosiasi membuat tarif turun, bukan sebaliknya. Kalau sama, seharusnya tidak perlu ada tim negosiasi,” jelasnya.
Lebih jauh, Ia tetap optimis bahwa ekonomi Indonesia ke depan bisa lebih baik, mengingat indikator konsumsi masih terjaga dengan baik dan pertumbuhan penjualan ritel yang positif didukung oleh kepercayaan konsumen.
“LEI dan CEI LPS menunjukkan ekonomi Indonesia yang relatif stabil dan tidak ada indikasi pelemahan di masa depan,” tambahnya.