Komdigi Soroti Pengembangan Ekosistem Digital Nasional
Jakarta – Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah menyatakan bahwa periode 2025-2030 merupakan momen penting dalam memperkokoh fondasi digitalisasi di Indonesia.
“Ini adalah fase yang sangat menantang karena banyak yang beranggapan bahwa fondasi hanya berkaitan dengan infrastruktur yang harus baik dan menjangkau seluruh Indonesia. Namun, ekosistem pun harus berkelanjutan,” ujar Edwin kepada PANGKEP NEWS pada Senin (21/7/2025).
Edwin menjelaskan bahwa memperkuat fondasi tidak hanya tentang memperluas cakupan dan meningkatkan kecepatan internet, tetapi juga harus menyentuh industri terkait. Ia secara rinci menyebutkan industri seperti konektivitas, telekomunikasi, ISP, serta jaringan lainnya yang harus sehat.
Perusahaan teknologi, adopsi teknologi digital oleh UMKM, dan pengembangan talenta digital juga harus dipandang secara holistik.
“Fokus kita adalah memperbaiki ekosistem untuk meningkatkan kontribusi ekonomi digital terhadap PDB kita. Semua aspek harus diperhatikan,” tegas Edwin.
Ia menambahkan bahwa industri komunikasi di Indonesia saat ini menghadapi tantangan turunnya ARPU dan jumlah pelanggan, akibat pembenahan NIK dan peningkatan keamanan yang tak terhindarkan.
Edwin menekankan bahwa semua ini saling terhubung dalam ekosistem, dan jika aksesnya tidak diperbaiki, masyarakat digital akan kekurangan akses ke internet dan ekosistem digital, seperti start-up yang bisa terhambat karena kualitas yang kurang memadai.
“Oleh karena itu, kami sedang berusaha menyeimbangkan satu per satu. Kami berharap pada tahun 2030 nanti, semuanya akan lebih kuat,” tutup Edwin.
Pemerintah yang dipimpin oleh Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmennya dalam membangun kedaulatan digital Indonesia, salah satunya dengan mempromosikan transformasi digital. Pemerintah juga mendorong percepatan transformasi ekonomi digital nasional melalui pengembangan infrastruktur pusat data.
Transformasi digital juga dilakukan melalui penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan komputasi awan serta penciptaan talenta digital untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dan menjadikan Indonesia pusat ekonomi digital di Asia Tenggara.