Konsumsi Energi AI Setara Microwave, Hasilnya Mengejutkan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Dalam beberapa tahun belakangan ini, perkembangan Artificial Intelligence (AI) berlangsung sangat cepat. Banyak perusahaan baru yang fokus pada AI muncul, sementara raksasa teknologi juga berlomba mengembangkan produk AI mereka sendiri.
Kecanggihan AI semakin meningkat, mulai dari menjawab pertanyaan hingga menyelesaikan masalah kompleks.
Namun, kemajuan ini juga membawa dampak besar pada konsumsi energi listrik. Kemungkinan besar kebutuhan energi listrik akan meningkat seiring dengan perkembangan AI di masa depan.
Menurut proyeksi dari Lawrence Berkeley National Laboratory, setengah dari konsumsi listrik pusat data akan digunakan untuk AI pada tahun 2028. Dalam tiga tahun ke depan, konsumsi listrik AI diperkirakan mencapai 22% dari seluruh konsumsi listrik rumah tangga di Amerika Serikat per tahunnya.
Energi yang dibutuhkan bisa dihasilkan dari satu permintaan saja. Sebab, saat diproses, konsumsi energinya ribuan kali lebih tinggi dan menghasilkan emisi dari permintaan lainnya.
Pusat data diperkirakan akan menggunakan energi yang lebih kotor dan intensif karbon, seperti gas, untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak, yang pada akhirnya meningkatkan emisi.
MIT Technology Review menggambarkan konsumsi listrik pada satu permintaan AI. Sebagai contoh, permintaan pengguna ke Llama 3.1 8B untuk membuat jadwal dan rencana liburan bisa memerlukan 57 joule untuk respon atau 114 joule termasuk energi untuk pendinginan, komputasi, dan kebutuhan lainnya.
Sementara itu, model yang lebih besar seperti Llama 3.1 405 B memerlukan 3.353 joule dan total keseluruhan 6.706 joule. Laporan tersebut membandingkan konsumsi ini dengan menyalakan microwave selama delapan detik.
Untuk menghasilkan gambar standar (1024 x 1024 piksel) dengan Stable Diffusion 3 Medium menggunakan gambar dengan 2 miliar parameter, diperlukan setidaknya 1.141 joule energi GPU dan total 2.282 joule.
Beberapa model AI dirancang untuk menghasilkan video. Peneliti AI, Sasha Luccioni, menguji konsumsi energi ini dengan model Code Carbon.
Untuk video dengan delapan frame per detik pada resolusi rendah seperti GIF, diperlukan 109 ribu joule. Model terbaru menghabiskan lebih banyak energi untuk video 5 detik yaitu 3,4 juta joule atau kira-kira setara dengan menyalakan microwave selama satu jam.