Danantara Siap Kelola Dana Dividen Rp170 Triliun per Tahun
Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) kini resmi mengelola 844 perusahaan BUMN. Dari sini, Danantara berpotensi meraih dana segar hingga Rp170 triliun setiap tahun melalui dividen.
Sejak 21 Maret 2025, Danantara menjadi induk bagi seluruh BUMN di Indonesia, mengelola 844 entitas. Kehadirannya juga mengubah peran Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN yang sebelumnya berfungsi sebagai pemilik dan pengelola BUMN, kini peranan tersebut diambil alih oleh Danantara, lembaga yang sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah.
Pada sebuah acara Town Hall di Jakarta Convention Center, CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan di depan Presiden Prabowo Subianto bahwa Danantara datang pada saat yang tepat. Sejak diluncurkan pada 24 Februari 2025 dan efektif per 21 Maret 2025, seluruh BUMN telah menjadi bagian dari Danantara Indonesia.
Danantara Siap Investasikan Dividen BUMN
Dengan banyaknya BUMN di bawah naungan Danantara, setiap tahun dividen sebesar Rp170 triliun akan dihasilkan dan diinvestasikan. Chief Operating Officer Danantara sekaligus Wakil Menteri BUMN, Dony Oskaria, mengatakan dana dividen tersebut akan dikelola oleh Danantara Investment Management.
Dony menjelaskan bahwa dividen ini akan disalurkan oleh Danantara Asset Management setiap tahun kepada Holding Investasi. Pengelolaan ini tidak akan mempengaruhi kinerja operasional BUMN karena dikelola terpisah.
Dewan Pengawas Danantara, Erick Thorir, menambahkan bahwa Danantara Investment Management akan menetapkan Holding Investasi Danantara dengan menunjuk salah satu BUMN di bidang investasi. Harapannya, pengelolaan dividen yang lebih optimal ini akan meningkatkan kontribusi terhadap pendapatan negara dan menjadikan Indonesia lebih berbasis ekuitas dan investasi.
Efisiensi BUMN Melalui Merger dan Akuisisi
Selain investasi, Danantara juga berencana merampingkan BUMN menjadi lebih efisien dengan menargetkan 350 aksi korporasi berupa merger dan akuisisi dalam dua tahun ke depan. Dony mengungkapkan bahwa lebih dari 350 aksi korporasi akan dilakukan, dan konsolidasi bisnis ini diharapkan selesai dalam 1-2 tahun ke depan.
Peninjauan bisnis BUMN ditargetkan selesai pada kuartal IV-2025, dengan tujuan menciptakan matriks BUMN berdasarkan industri masing-masing. Dony mengharapkan aksi korporasi ini akan mengurangi jumlah BUMN dari 888 menjadi kurang dari 200 perusahaan yang lebih besar dan kompetitif.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing perusahaan sehingga mampu bersaing di tingkat global. Dengan komitmen Danantara, diharapkan ekosistem BUMN akan menjadi lebih efisien dan fokus.
PANGKEP NEWS RESEARCH