Marina Budiman, Sosok Miliarder Teknologi dan Perempuan Terkaya di Indonesia
Jakarta, PANGKEP NEWS — Keberhasilan dalam karier dan pengumpulan kekayaan bukan hanya milik kaum pria. Marina Budiman berhasil menjadi perempuan terkaya di Indonesia menurut Forbes. Bahkan, dia menempati posisi ke-7 dalam daftar orang terkaya di Indonesia, yang umumnya didominasi pria.
Saat ini, kekayaannya mencapai US$7,2 miliar atau sekitar Rp117,64 triliun (kurs Rp16.339), menjadikannya orang terkaya ke-7 di Indonesia. Harta ini meningkat sebesar US$1,2 miliar atau Rp19,61 triliun.
Jumlah kekayaannya yang luar biasa ini sebagian besar berasal dari kepemilikan saham di perusahaan penyedia pusat data, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII). Harga saham DCII melonjak dalam dua hari perdagangan terakhir, pada 16 dan 17 Juli 2025, dengan kenaikan 20% dan mencapai batas auto reject atas (ARA).
DCII saat ini tercatat sebagai saham termahal dengan harga 223.250 per lembar. Tahun ini, harga saham DCII beberapa kali mengalami lonjakan signifikan, sehingga secara keseluruhan meningkat 425,29%.
Untuk diketahui, Marina menjabat sebagai Presiden Komisaris DCII sejak 2016. Sebelum itu, dia adalah Direktur DCII pada 2012. Marina mendirikan DCII pada 2011 bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia.
Pada latar belakang pendidikan, Marina memperoleh gelar Sarjana di bidang keuangan dan ekonomi dari University of Toronto pada 1985.
Dia memulai karirnya sebagai Account Officer di PT Bank Bali pada 1985. Kemudian, dia bergabung dengan PT Sigma Cipta Caraka sebagai Project Manager dari 1989 hingga 2000, sebagai Chief Financial Officer dari 2000 hingga 2008, dan sebagai Sales and Delivery Director dari 2008 hingga 2010.
Marina bekerja bersama Toto Sugiri di Bank Bali pada 1985 dan bergabung dengan perusahaan IT Sigma Cipta Caraka pada 1989.
Marina juga mendirikan Indonet, penyedia layanan internet pertama di Indonesia, pada 1994. Dia dan pendiri lainnya menjual saham mereka pada 2023.