Serangan Siber Mengguncang Marks dan Spencer, Kerugian Capai Rp15,35 Triliun
Dua perusahaan ritel ternama Inggris, Marks dan Spencer (MdanS) serta Harrods, baru-baru ini menjadi sasaran serangan siber besar yang mengakibatkan kerugian finansial signifikan. MdanS, salah satu pelaku utama dalam industri ritel Inggris, mengalami dampak serius dari insiden ini dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp15,35 triliun.
Serangan ini tidak hanya mengganggu operasional sehari-hari tetapi juga menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi kedua perusahaan. Pihak berwenang dan tim keamanan siber saat ini sedang bekerja keras untuk mengatasi dampak serangan ini dan mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.
PANGKEP NEWS melaporkan bahwa serangan siber ini menunjukkan pentingnya langkah-langkah keamanan yang ketat dalam melindungi data dan infrastruktur digital perusahaan. Kedua ritel tersebut berkomitmen untuk memperkuat sistem keamanan mereka guna mencegah ancaman di masa depan.