Jakarta, PANGKEP NEWS
Ancaman gempa Megathrust di Indonesia telah menjadi perhatian sejak tahun lalu. Mengingat Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik, terdapat 13 segmen Megathrust yang membentang di wilayah ini.
Salah satu segmen yang paling berbahaya adalah di selatan Jawa, yang bisa memengaruhi Selat Sunda, termasuk juga segmen Sumatera yang menjalar ke Selat Sunda atau dikenal sebagai Segmen Enggano.
Segmen Selatan Jawa Barat yang menjulur hingga Selat Sunda memiliki potensi dampak signifikan apabila energinya terlepas. Energi yang terkumpul di zona subduksi selatan Jawa ini terus meningkat seiring waktu.
Nuraini Rahma Hanifa, peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, mengungkapkan bahwa energi yang terus bertambah ini akan mencapai titik pelepasan melalui pergerakan mendadak, memicu getaran atau guncangan kuat yang disebut gempa bumi. Jika dilepaskan sekaligus, gempa bisa mencapai magnitudo 8,7.
Guncangan besar ini akan memindahkan kolom air laut, menyebabkan gelombang air yang besar menjalar ke segala arah hingga mencapai daratan, menciptakan tsunami. Tsunami yang dihasilkan bisa mencapai ketinggian 20 meter, berdampak luas tidak hanya di selatan Jawa tetapi juga di pantai lain seperti Banten, Lampung, dan bahkan Jakarta.
“Semua pesisir Banten akan terkena dampak, namun dengan ketinggian tsunami yang berbeda-beda,” ungkapnya kepada PANGKEP NEWS, Minggu (16/2/2025).
Rahma menghitung bahwa jika segmen Megathrust di selatan Jawa, khususnya Pangandaran, pecah, tsunami setinggi sekitar 20 meter akan terjadi. Gelombang ini kemudian akan menyebar ke area Selat Sunda, mencapai kawasan pesisir Banten dan Lampung.
“Pesisir Banten diperkirakan akan mengalami tsunami setinggi 4 hingga 8 meter,” tambahnya.
“Lampung yang menghadap Selat Sunda akan sepenuhnya terdampak,” lanjutnya.
Sementara untuk Jakarta, tsunami diperkirakan akan mencapai pesisir utara dengan ketinggian 1 hingga 1,8 meter. Menurut perhitungannya, tsunami akan sampai di Jakarta dalam 2,5 jam. Dia menyatakan bahwa hanya pesisir utara Jakarta yang akan mengalami tsunami setinggi 1,8 meter.
“Tsunami akan tiba dalam 2,5 jam. Di bagian selatan Jawa, 40 menit sudah sampai, sedangkan Lebak hanya 18 menit. Wilayah yang pertama kali terdampak adalah Jakarta Utara,” jelasnya.
BRIN mengimbau masyarakat Indonesia agar waspada terhadap risiko Megathrust. Dampak gempa ini sangat besar, dapat menyebabkan kematian, cedera, kerusakan infrastruktur, kerusakan lingkungan, dampak sosial ekonomi, dan gangguan layanan dasar.