Memahami Sesar Sianok, Pemicu Gempa di Padang Sumatera Barat
Jakarta – Bencana alam kembali melanda Nusantara. Daerah Padang Panjang, Sumatera Barat digoyang gempa berkekuatan Magnitudo 4,6 (M4,6). Gempa ini termasuk dalam kategori gempa darat yang dipicu oleh aktivitas Sesar Sianok.
Menurut PANGKEP NEWS, Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang Suaidi Ahadi menyatakan, “Berdasarkan kedalamannya, gempa bumi yang terjadi ini adalah gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas Sesar Sianok.”
Gempa tersebut dirasakan di berbagai wilayah seperti Padang Panjang, Bukittinggi, Kabupaten Agam, Solok, Padang Pariaman, dan Batusangkar.
BMKG menegaskan bahwa gempa bumi ini tidak menimbulkan ancaman tsunami. Berdasarkan data BMKG, gempa yang terjadi pada pukul 20.47 WIB ini memiliki koordinat 0.44 Lintang Selatan (LS), 100.45 Bujur Timur (BT), tepatnya berlokasi enam kilometer timur laut dari Kota Padang Panjang.
Memahami Sesar Sianok sebagai Penyebab Gempa
Indonesia dikenal sebagai negara yang rentan terhadap bencana geologi, terutama gempa bumi. Hal ini terkait dengan keberadaan sumber gempa bumi yang terbentuk akibat interaksi antara empat lempeng tektonik di Indonesia: Lempeng Benua Eurasia yang bergerak perlahan ke tenggara sekitar 0,4 cm/tahun, Lempeng Samudera Indo-Australia yang bergerak ke utara dengan kecepatan sekitar 7 cm/tahun, Lempeng Samudera Pasifik yang bergerak ke arah barat sekitar 11 cm/tahun, dan Lempeng Laut Filipina yang bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 8 cm/tahun.
Pertemuan antara lempeng-lempeng ini menyebabkan terbentuknya berbagai fitur geologi seperti cekungan muka, cekungan belakang, jalur magmatik, dan juga menjadi sumber gempa bumi seperti zona subduksi, zona kolisi, dan sesar aktif. Gempa yang baru saja terjadi di Sumatera Barat disebabkan oleh pergerakan Sesar Sianok.
Sesar Sianok adalah salah satu sesar aktif di Pulau Sumatra, bagian dari sistem Sesar Besar Sumatra (Great Sumatra Fault Zone). Sesar ini memainkan peran penting dalam dinamika tektonik di barat Indonesia dan dikenal sebagai salah satu penyebab utama gempa bumi di wilayah ini, khususnya di Sumatra Barat, termasuk area sekitar Bukittinggi dan Lembah Anai.
Gempa yang berasal dari Sesar Sianok disebabkan oleh tumbukan lempeng di wilayah Sumatra yang berada di zona pertemuan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Tekanan dari pergerakan lempeng ini mengakibatkan retakan pada kerak bumi dan membentuk sistem sesar seperti Sesar Besar Sumatra.
Dari perspektif aktivitas tektonik, Sesar Sianok terus aktif karena tekanan dari interaksi lempeng. Energi yang terakumulasi di sepanjang patahan ini akan dilepaskan sewaktu-waktu dalam bentuk gempa bumi.
Pergerakan geser di Sesar Sianok cukup cepat (beberapa mm hingga cm per tahun). Ketika tekanan terlalu besar dan tidak dapat dilewati secara perlahan, sesar akan “macet”, dan ketika melepaskan diri, terjadi gempa.
Daerah di sekitar sesar ini sering mengalami gempa darat dengan hiposenter dangkal.
PANGKEP NEWS RESEARCH