Jakarta –
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyerukan dukungan untuk mempercepat penyelesaian perjanjian antara Indonesia dan Uni Eropa dan yakin bahwa negosiasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) akan segera terwujud.
“Kami memerlukan dukungan. Ada dua atau tiga isu yang telah disampaikan kepada kita,” kata Airlangga pada acara Indonesia-France Business Forum, Rabu (28/5/2025).
Airlangga menjelaskan bahwa negosiasi perjanjian ini sudah berlangsung hampir satu dekade.
“Sudah waktunya untuk mengesampingkan perbedaan dan memajukan prinsip keberlanjutan. Pembahasan ini sudah berlangsung sembilan tahun. Saatnya untuk berhenti,” tegasnya.
Dia juga menambahkan bahwa Presiden Prabowo ingin menjalin kolaborasi di luar investasi perdagangan dan pertahanan, seperti dalam pendidikan Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan Matematika (STEAM).
“Penting bagi generasi muda Indonesia untuk mengakses pendidikan. Di Prancis, sains, teknologi, teknik, dan terutama seni adalah penting. Jangan lupakan seni dan matematika,” ujarnya.
Untuk informasi, Pemerintah Indonesia telah menyepakati sekitar 26 perjanjian kerjasama dengan Prancis. Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron setuju untuk mendorong kerjasama lebih jauh antara kedua negara dengan mengeluarkan deklarasi visi bersama untuk tahun 2050.
Airlangga menyatakan bahwa nilai dari kerjasama tersebut mencapai US$ 11 miliar.
“Saya menghitung total nota kesepahaman, setidaknya mencapai US$ 11 miliar. Ini benar-benar inti dari pidato kedua pemimpin yang akan membawa Indonesia dan Prancis ke tingkat berikutnya, tidak hanya di antara pemerintah, tetapi juga di antara pelaku usaha dan masyarakat,” kata Airlangga di acara Indonesia-France Business Forum, Rabu (28/5/2025).