Produsen Smartphone Asal Inggris Siap Masuki Pasar Indonesia, Inilah Informasinya
Jakarta, PANGKEP NEWS – Indonesia tampaknya akan kedatangan produsen smartphone baru. Perusahaan asal Inggris, Nothing, sedang merencanakan kehadirannya di tanah air.
Hal ini terlihat dari unggahan di akun Linkedin resmi Nothing, di mana mereka mempublikasikan dua lowongan pekerjaan untuk penempatan di Jakarta, Indonesia.
Nothing adalah produsen smartphone yang didirikan oleh Carl Pei, yang juga merupakan pendiri brand OnePlus asal China. Pei sering menyatakan bahwa tujuan perusahaannya adalah menciptakan produk dengan harga yang sebanding dengan kualitasnya.
Smartphone keluaran Nothing memiliki tampilan unik, yaitu bagian belakang yang transparan sehingga komponen di dalamnya dapat terlihat.
Kedua posisi yang dibuka adalah untuk Indonesia Marketing Lead dan PR & Influencer Manager di Nothing. Informasi mengenai lowongan ini sudah dipublikasikan lima hari yang lalu.
Untuk posisi Marketing Lead, Nothing menugaskan individu untuk membangun kehadiran brand di Indonesia, termasuk memimpin tim lokal dan mewujudkan visi perusahaan. Tanggung jawab juga mencakup pengelolaan kinerja dan inisiatif pemasaran di Indonesia.
Nothing mencari kandidat dengan pengalaman 8-10 tahun di bidang pemasaran dan minimal 3 tahun dalam posisi kepemimpinan. Selain itu, pengetahuan tentang tren pasar lokal serta perilaku konsumen, terutama generasi muda, sangat diutamakan.
Sementara itu, posisi PR & Influencer Manager akan memimpin pengembangan dan penerapan strategi pemasaran, serta membangun dan memelihara hubungan dengan pihak eksternal.
Posisi ini akan berkolaborasi dengan SEA Marketing Lead dan Sales Lead untuk menentukan dan melaksanakan program serta strategi pemasaran tahunan.
Individu di posisi ini diharapkan dapat mengikuti perkembangan terkini dan tren media sosial, serta membangun hubungan dengan influencer di berbagai bidang seperti teknologi, gaya hidup, dan fashion. Persyaratan untuk posisi ini meliputi pengalaman lebih dari lima tahun di bidang PR/Influencer, serta pemahaman yang baik mengenai lanskap influencer dan media sosial.