Jakarta, PANGKEP NEWS
Di wilayah Benue, Nigeria tengah, bentrokan antara penggembala sapi nomaden dan petani telah terjadi. Konflik ini dipicu oleh perebutan lahan.
Ketegangan meningkat dengan laporan bahwa orang bersenjata membunuh 23 orang dalam empat serangan terpisah pada Sabtu malam di negara bagian tersebut.
Menurut seorang pejabat Palang Merah, yang dikutip pada hari Senin, setidaknya 23 orang tewas akibat serangkaian serangan yang terjadi di Benue.
Delapan orang dilaporkan tewas di Ukum, sembilan di dekat kota Logo, sementara masing-masing tiga korban jiwa tercatat di Guma dan Kwande. Beberapa lainnya dilaporkan terluka, namun jumlah pastinya belum diketahui.
Seorang pensiunan manajer umum perusahaan listrik negara, Cephas Kangeh, menyatakan, ‘Kami mendengar tiga pembunuhan, termasuk pasangan yang disergap saat mengendarai sepeda motor yang diambil alih oleh para penggembala.’
Kangeh juga menambahkan bahwa operator China menambang emas di daerah tersebut, namun serangan tidak terjadi di sekitar lokasi penambangan.
Konflik antara penggembala dan petani di Nigeria Tengah sering kali dipicu oleh perbedaan agama dan etnis. Penggembala berasal dari etnis Muslim Fulani, sementara para petani mayoritas beragama Kristen.
Bulan ini saja, kerusuhan telah mengakibatkan 56 orang tewas. Pada awal April, dua serangan oleh orang bersenjata tak dikenal di negara bagian tetangga Plateau menyebabkan lebih dari 100 korban jiwa.
Di Nigeria tengah, lahan yang digunakan oleh petani dan penggembala menjadi semakin terbatas akibat perubahan iklim dan perluasan wilayah manusia, memicu persaingan sengit untuk mendapatkan lahan yang tersisa.