Ledakan dan Kebakaran di Pabrik Kimia Tewaskan 39 Orang
Jakarta, PANGKEP NEWS – Sebuah bencana terjadi di India selatan ketika ledakan besar diikuti kebakaran meluluhlantahkan pabrik kimia milik Sigachi Industries di Telangana pada Senin (30/6/2025). Setidaknya 39 orang dilaporkan meninggal dan 34 lainnya mengalami luka-luka.
Insiden di fasilitas pemasok bahan farmasi ini memaksa penghentian operasi selama 90 hari. Pemerintah negara bagian Telangana telah membentuk tim investigasi khusus yang terdiri dari lima anggota untuk menyelidiki penyebab ledakan, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak perusahaan.
“Kami masih dalam proses membersihkan reruntuhan. Bangunan pabrik telah runtuh sepenuhnya,” ujar GV Narayana Rao, Direktur Layanan Tanggap Kebakaran dan Bencana Telangana, kepada Reuters, dikutip Rabu (2/7/2025).
“Setelah semua puing dibersihkan, baru bisa dipastikan apakah masih ada jenazah yang tertinggal di bawah reruntuhan.”
Pihak kepolisian melaporkan bahwa lebih dari 140 orang berada di dalam pabrik saat ledakan terjadi. Dari seluruh korban jiwa, 25 di antaranya belum teridentifikasi, ungkap pejabat administrasi distrik, P. Pravinya.
Salah seorang karyawan yang selamat, Chandan Gound (32), mengatakan dia selamat karena kebetulan sedang berada di luar ruangan untuk ke kamar mandi.
“Saya mendengar ledakan keras, seperti suara bom. Ketika keluar, saya melihat api besar. Sebagian api menyebar ke arah saya. Saya langsung melompati pagar dan lari,” katanya melalui sambungan telepon kepada Reuters.
“Banyak orang berhasil keluar, namun banyak juga yang terjebak di dalam dan tidak sempat menyelamatkan diri,” tambahnya.
Sigachi Industries dikenal memproduksi microcrystalline cellulose (MCC) – bahan penting dalam industri farmasi karena kemampuannya mengikat, memadat, serta mempercepat pelepasan obat dalam tubuh.
MCC juga digunakan dalam produk makanan untuk mencegah penggumpalan, menjaga tekstur pada kosmetik, dan sebagai pengganti lemak dalam makanan rendah kalori.
Fasilitas yang rusak di Telangana menyumbang lebih dari seperempat kapasitas produksi tahunan perusahaan yang mencapai 21.700 juta metrik ton. Produk MCC dari Sigachi diekspor ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Australia, dan digunakan di sektor farmasi, makanan, kosmetik, hingga bahan kimia khusus.
Akibat insiden ini, saham Sigachi turun sekitar 8% pada Selasa, mencatatkan penurunan dua hari terbesar dalam sejarah perusahaan.
Sigachi mengonfirmasi bahwa pabrik mereka mengalami kerusakan parah pada peralatan dan struktur bangunan, dan menyatakan fasilitas tersebut tidak akan beroperasi selama 90 hari sejak Senin.
Perusahaan menyebutkan bahwa pabrik ini telah diasuransikan sepenuhnya dan sekarang memulai proses klaim.