Jakarta – Ancaman Krisis Air di Pakistan karena India Setop Pasokan Indus
India dilaporkan menangguhkan Perjanjian Air Sungai Indus yang telah berlaku sejak 1960. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran mengenai krisis air yang dapat memperburuk kondisi di Pakistan, mengancam sektor pertanian dan kehidupan jutaan penduduk.
Di bawah terik matahari yang menyengat dan sungai yang mulai kering, petani Pakistan bernama Homla Thakhur hanya bisa berserah diri. Berlokasi tidak jauh dari Sungai Indus di Provinsi Sindh, Thakhur merasa cemas tentang masa depan lahan pertaniannya.
“Jika mereka menghentikan pasokan air, wilayah ini akan berubah menjadi gurun Thar, seluruh negeri,” kata Thakhur, sebagaimana dilaporkan oleh PANGKEP NEWS, Minggu (27/4/2025). “Kami akan terancam kelaparan.”
Kekhawatiran Thakhur juga dirasakan oleh lebih dari 15 petani lainnya dan sejumlah pakar yang menyoroti kurangnya curah hujan beberapa tahun terakhir. Penangguhan perjanjian ini muncul setelah serangan militan di Kashmir yang menewaskan 26 orang, dan India menuduh keterlibatan kelompok yang berbasis di Pakistan.
Islamabad membantah tuduhan ini dan menegaskan bahwa penghentian aliran air akan dianggap sebagai “tindakan perang”.
Meskipun India tidak dapat segera menghentikan aliran air karena keterbatasan infrastruktur sesuai perjanjian, pejabat menyatakan bahwa dalam beberapa bulan ke depan, India mungkin akan mulai mengalihkan aliran air untuk pertanian domestik melalui proyek kanal dan bendungan yang memerlukan waktu 4-7 tahun untuk diselesaikan.
“Tak setetes pun air Sungai Indus akan mencapai Pakistan,” kata Menteri Sumber Daya Air India, Chandrakant Raghunath Paatil dalam cuitannya di X.
Dalam waktu dekat, India juga berencana untuk menghentikan berbagi data hidrologi, menghentikan pemberitahuan banjir, dan tidak lagi menghadiri pertemuan tahunan Komisi Tetap Indus. Ini bisa membuat Pakistan kesulitan dalam memantau pergerakan dan volume aliran sungai.
“Tanpa informasi, mereka tidak dapat merencanakan,” kata Kushvinder Vohra, mantan Kepala Komisi Air India sekaligus mantan Komisioner Indus.
Ancaman Terhadap Ekonomi dan Kebutuhan Dasar
Tidak hanya mengancam sektor pertanian, kekurangan air juga diperkirakan memengaruhi pembangkit listrik dan ekonomi Pakistan secara keseluruhan. Vaqar Ahmed, ekonom di Oxford Policy Management, memperingatkan bahwa ancaman dari India terkait air selama ini dianggap remeh oleh Pakistan.
“India belum memiliki infrastruktur untuk sepenuhnya menghentikan air selama musim banjir, jadi ini adalah momen penting bagi Pakistan untuk meningkatkan efisiensi sektor airnya,” ujarnya.
Sungai Indus dan anak sungainya yang dialokasikan untuk Pakistan mengairi lebih dari 16 juta hektare lahan, sekitar 80% dari total pertanian negara yang berpenduduk 240 juta jiwa ini. Gangguan terhadap aliran ini diperkirakan akan berdampak langsung pada ketahanan pangan, pasokan listrik, dan kehidupan jutaan orang.