Jakarta –
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) atau Sugar Co, sebagai bagian dari Subholding Komoditi Gula PTPN III (Persero) Holding Perkebunan, menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia dapat mencapai swasembada gula dalam dua tahun ke depan. Namun, pencapaian ini sangat bergantung pada dukungan pemerintah untuk mengatasi berbagai kendala yang ada.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, mengungkapkan bahwa meskipun swasembada gula bisa dicapai dalam dua tahun ke depan, hal ini hanya mungkin jika pemerintah memberikan dukungan untuk mengatasi berbagai tantangan di lapangan.
Salah satu kendala yang diidentifikasi adalah rendahnya produktivitas pertanian, yang sebagian besar disebabkan oleh jarangnya peremajaan lahan. Mahmudi menjelaskan, “Idealnya, setiap tahun harus dilakukan peremajaan sekitar 25%. Namun, karena adanya kesulitan dalam mendapatkan pendanaan dari KUR (Kredit Usaha Rakyat), tanaman tebu menjadi kurang teridentifikasi dan produktivitasnya menurun. Jika ini diatasi, produktivitas dapat meningkat secara signifikan dalam waktu singkat,” ungkapnya dalam acara Coffee Morning PANGKEP NEWS bertema “Menanti Insentif Bioetanol Demi Swasembada Energi” di Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Dia menambahkan, “Kendala lain adalah varietas tebu yang kurang ideal. Rata-rata rendemen kita masih sekitar tujuh persen. Peningkatan varietas ini, selain meningkatkan produktivitas, sangat diperlukan,” katanya.
Oleh karena itu, Mahmudi menekankan pentingnya dukungan pemerintah, terutama dalam hal pendanaan untuk peremajaan lahan pertanian.
“Dukungan berupa akses pendanaan sangat diperlukan. Kami berharap pendanaan, terutama melalui KUR, dapat dipermudah. Hal ini sangat mempengaruhi semangat petani,” ujarnya.
Mahmudi yakin, jika pemerintah memberikan kemudahan dengan standar yang jelas, dalam dua hingga tiga tahun mendatang produktivitas petani akan meningkat. Bahkan, dia optimis Indonesia bisa kembali menjadi eksportir gula seperti masa lalu.
Dia mencatat bahwa sejak 2023, dengan adanya rencana swasembada gula, produktivitas petani sudah meningkat hingga 30%. Menurutnya, peningkatan ini terjadi karena petani dan pengusaha berhasil menangani masalah utama.
“Swasembada bisa dicapai dalam 1-2 tahun, bahan baku ada, teknologi tersedia, tinggal regulasinya,” tegas Mahmudi.
PT SGN memberikan kontribusi signifikan terhadap produksi gula nasional dengan memproduksi 851.218 ton gula pada 2024. Perusahaan ini memiliki lahan tebu seluas 183.638 hektar, dengan produktivitas 65,21% dan rendemen 7,09%.
Produksi gula oleh PT SGN menyumbang 35% dari total produksi gula nasional. Pada 2024, produksi gula nasional tercatat mencapai 2,47 juta ton.
Presiden Prabowo Subianto diketahui memiliki visi untuk menjadikan Indonesia swasembada pangan dan mandiri energi. Salah satu langkah untuk mencapai swasembada energi adalah dengan mempromosikan penggunaan Bahan Bakar Nabati (BBN), baik dari kelapa sawit untuk biodiesel, maupun tebu, sorgum, singkong, dan bahan lainnya untuk bioetanol sebagai campuran bensin.