Penumpang Batik Air Diturunkan dari Pesawat Akibat Klaim Membawa Bom
JAKARTA – Seorang penumpang dari maskapai Batik Air harus diturunkan dari pesawat ketika persiapan untuk lepas landas. Hal ini terjadi setelah ia mengaku kepada pramugari bahwa dia membawa bahan peledak berupa bom.
“Penumpang tersebut menyatakan dirinya membawa bom kepada salah satu awak kabin saat pesawat masih dalam tahap persiapan keberangkatan,” ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Batik Air di Jakarta, Kamis.
Batik Air memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi sebelum penerbangan ID-6272 berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, pada Selasa.
Seorang tamu wanita berinisial FA yang duduk di kursi 11E mengeluarkan pernyataan ancaman dengan mengaku membawa bom kepada pramugari saat pesawat dalam persiapan keberangkatan.
Sesuai prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan, awak kabin segera melaporkan insiden tersebut kepada kapten pilot dan petugas keamanan.
Penumpang tersebut tidak diizinkan untuk melanjutkan penerbangan dan diturunkan dari pesawat. Ia kemudian diserahkan kepada pihak berwenang, yakni PPNS dari otoritas penerbangan sipil dan Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta untuk penanganan lebih lanjut.
Penerbangan ID-6272 dilanjutkan setelah dilakukan pemeriksaan keselamatan tambahan. Hasil pemeriksaan memastikan tidak ada benda mencurigakan atau bom, dan penerbangan dinyatakan aman oleh otoritas terkait.
Batik Air menegaskan bahwa setiap pernyataan, gurauan, atau candaan terkait ancaman bom, terorisme, atau kekerasan di bandara dan/atau pesawat adalah tindakan yang sangat serius dan dilarang keras.