Konflik India-Pakistan Meletus! Inilah Perbandingan Kekuatan Nuklir Kedua Negara
Jakarta, PANGKEP NEWS – Konflik antara India dan Pakistan akhirnya meletus. Kedua negara yang memiliki kekuatan nuklir ini telah saling melancarkan serangan.
Angkatan Darat India pada hari Rabu mengeluarkan pernyataan publik pertama mereka, mengumumkan bahwa keadilan telah ditegakkan terhadap para pelaku serangan di Pahalgam, Kashmir, beberapa hari yang lalu.
“Keadilan Ditegakkan. Jai Hind! (Kemenangan untuk India),” tulis Angkatan Darat India di platform X dalam pernyataan singkatnya.
Dengan menyebut operasi ini sebagai “Operasi Sindoor”, Kementerian Pertahanan India melaporkan bahwa serangan tersebut dilancarkan pada Rabu dini hari waktu setempat. Mereka menyatakan bahwa mereka telah menyerang infrastruktur yang digunakan untuk merencanakan serangan teroris terhadap India.
“Tindakan kami terarah, terukur, dan tidak bertujuan untuk meningkatkan eskalasi. Tidak ada fasilitas militer Pakistan yang menjadi target. India telah menunjukkan pengendalian diri yang signifikan dalam pemilihan target dan metode pelaksanaan,” demikian pernyataannya.
Sumber militer Pakistan mengatakan kepada CNN bahwa serangan India secara umum mengenai lima lokasi di Pakistan dan Kashmir yang dikelola Pakistan, yaitu Kotli, Ahmadpur Timur, Muzaffarabad, Bagh, dan Muridke.
Sementara itu, militer Pakistan mengklaim telah menembak jatuh pesawat tempur milik Angkatan Udara India.
Juru Bicara Militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, menyatakan bahwa sejauh ini dua jet tempur India telah berhasil ditembak jatuh. Namun, belum ada informasi rinci tentang jenis pesawat dan kondisi kedua jet tersebut.
“Dua pesawat Angkatan Udara India telah dikonfirmasi ditembak jatuh. Lokasi pertempuran berada di sekitar Bhatinda dan Akhnoor. Pertempuran antara kedua angkatan udara masih berlangsung,” ujarnya.
“Terdapat laporan lain mengenai kerugian yang ditimbulkan oleh pasukan Pakistan, baik di darat maupun udara. Namun, saya dapat mengonfirmasi setidaknya dua pesawat Angkatan Udara India telah ditembak jatuh,” tambahnya.
Kekuatan Nuklir India dan Pakistan
Saat ini, baik India maupun Pakistan diketahui memiliki hulu ledak nuklir. Berdasarkan data dari Arms Control Center, India menjadi negara berkekuatan nuklir pada tahun 1974, sedangkan Pakistan pada tahun 1998. Meskipun belum ada negara yang menggunakan senjata nuklir dalam konflik ini, banyak ahli khawatir bahwa krisis ini bisa melampaui penggunaan senjata konvensional.
India memiliki sekitar 164 hulu ledak nuklir, dengan kemampuan nuklir berbasis darat, laut, dan udara. Negara ini telah menyatakan kebijakan “No First Use“, yang berarti mereka berkomitmen untuk tidak menggunakan senjata nuklir terlebih dahulu dalam suatu konflik. Namun, pada Agustus 2019, India mengindikasikan bahwa mereka mungkin akan meninjau kembali kebijakan ini.
Di sisi lain, Pakistan memiliki sekitar 170 hulu ledak nuklir. Angka ini melampaui proyeksi yang dibuat oleh Badan Intelijen Pertahanan AS pada tahun 1999 yang memperkirakan Pakistan akan memiliki 60-80 hulu ledak pada tahun 2020. Jika tren perkembangan ini berlanjut, persenjataan Pakistan dapat mencapai 220 hingga 250 hulu ledak pada tahun 2025. Pakistan menyimpan hulu ledaknya terpisah dari rudalnya dan hanya akan merakitnya jika diperlukan.
Tidak seperti India, Pakistan belum mendeklarasikan kebijakan “No First Use“, dan lebih memilih untuk menekankan penggunaan senjata nuklir “taktis” di medan perang yang lebih kecil sebagai respons terhadap keunggulan pasukan konvensional India.
“Bahkan pertukaran nuklir kecil antara India dan Pakistan dapat menewaskan 20 juta orang dalam seminggu. Jika musim dingin nuklir terjadi, hampir 2 miliar orang di negara berkembang akan terancam kelaparan,” kata Arms Control Center.