Prabowo Ungkap Dalang Kerugian RI Rp100 Triliun, Sebut Sebagai Pengkhianatan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan tegas kepada para pelaku usaha, terutama di sektor penggilingan padi dan beras dalam negeri. Ia menekankan bahwa meskipun negara memerlukan pengusaha, mereka yang tamak dan merugikan masyarakat tidak layak mendapatkan perlakuan istimewa.
Prabowo menegaskan bahwa pengusaha yang tamak seperti vampir yang menghisap darah rakyat, merusak prinsip-prinsip ekonomi dengan meraih keuntungan besar di atas penderitaan petani di Tanah Air.
Ia menyoroti tindakan pengusaha besar di bidang penggilingan padi yang tidak mematuhi harga pembelian pemerintah (HPP) gabah. Prabowo mengancam bahwa pelaku tersebut harus ditindak tegas oleh Kepolisian dan Kejaksaan Agung karena merugikan ekonomi Indonesia.
Prabowo telah menetapkan HPP gabah sebesar Rp6.500 per kg gabah kering panen (GKP). Harga ini berlaku untuk semua kualitas, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah yang dikeluarkan pada 27 Maret 2025.
Prabowo mengungkapkan bahwa ia menerima laporan tentang penggilingan padi yang tidak mematuhi ketentuan HPP gabah. Dia kemudian mengambil tindakan dengan menertibkan pengusaha penggilingan padi nakal tersebut menggunakan Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Setelah melalui diskusi mendalam secara hukum dan ekonomi bersama Mahkamah Agung dan penasihatnya, Prabowo mengeluarkan ancaman serius terhadap penggilingan padi yang nakal.
“Jika penggilingan padi tidak tertib dan tidak mematuhi kepentingan negara, saya akan menggunakan sumber hukum ini dan menyita penggilingan-penggilingan padi tersebut. Saya akan serahkan kepada koperasi untuk menjalankannya,” tegas Prabowo.
Penipuan Label Beras Muncul
Setelah berhasil menindak tegas penggilingan padi nakal, muncul pengusaha yang menipu dengan label kemasan beras premium. Prabowo pun marah.
Dia menerima laporan tentang kecurangan dalam kemasan beras dan segera memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dan menindak tegas pelaku.
“Beras biasa dibungkus dan diberi label beras premium dijual Rp5.000 di atas harga eceran tertinggi (HET). Saudara-saudara, ini adalah penipuan. Ini adalah pidana,” tegas Prabowo.
“Saya minta Jaksa Agung dan Kapolri untuk menyelidiki dan menindak. Ini adalah pidana. Saya menerima laporan bahwa kerugian ekonomi Indonesia, kerugian bangsa Indonesia, kerugian rakyat Indonesia mencapai Rp100 triliun setiap tahun,” ucapnya dengan lantang.
Prabowo menekankan bahwa pemerintah harus mencari dana tambahan untuk anggaran negara.
“Menteri Keuangan kita berjuang keras mencari dana. Pajak inilah, bea cukai inilah, dan sebagainya. Ini Rp100 triliun kita rugi tiap tahun. Dinikmati hanya oleh 4-5 kelompok usaha,” kata Prabowo.
Prabowo menyatakan tidak akan menerima tindakan pengkhianatan ini dan memerintahkan untuk mengusut tuntas.
“Saya tidak terima. Saya disumpah di depan rakyat untuk memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan seluruh peraturan yang berlaku. Saya perintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk mengusut dan menindak. Jika mereka mengembalikan Rp100 triliun itu, oke. Jika tidak, kita sita penggilingan-penggilingan padi yang nakal itu,” ancam Prabowo.
Dengan mengamankan Rp100 triliun tersebut, Indonesia dapat memperbaiki seluruh 330.000 sekolah dalam waktu 3,5 tahun.
“Ini yang saya anggap sabotase ekonomi Indonesia. Menikam rakyat. Ini harus kita hentikan. Jaksa Agung dan Kapolri, saya yakin Anda setia kepada rakyat Indonesia, kepada kedaulatan Bangsa Indonesia. Usut! Tindak!” tegas Prabowo.
Vampir Ekonomi Berkeliaran
Prabowo tidak menahan amarahnya lagi terhadap pengusaha nakal. Sementara itu, banyak anak-anak di Indonesia yang masih kelaparan.
Prabowo berjanji bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dipercepat agar menjangkau semua anak-anak di seluruh Indonesia.
“Yang ingin saya sampaikan adalah pengusaha-pengusaha yang serakah. Kita perlu pengusaha. Saya adalah pengusaha sebelum masuk politik. Tapi ini bukan pengusaha yang benar. Ini bukan bisnis, ini bukan entrepreneurship, ini keserakahan. Ini adalah serakah, ini bukan mahzab ekonomi lagi, ini tidak diajarkan di fakultas-fakultas,” kata Prabowo.
“Ada yang mengatakan mahzab ekonomi liberal, neoliberal, klasik, pasar bebas, sosialis, ekonomi komando dan sebagainya. Ini bukan, ini lain, ini saya beri nama serakahnomics. Ini serakahnomics. Ini tidak perlu kita kasih perlakuan yang baik,” ujarnya.
Prabowo mengungkapkan bagaimana ia terus memperingatkan pengusaha agar tidak memanfaatkan penderitaan rakyat.
“Saya sudah beri peringatan sekian bulan, ‘tolonglah patuhi ketentuan, patuhi Undang-Undang. Masa tega. Petani setengah mati, rakyat kita masih banyak yang susah. Ada yang cari keuntungan di atas penderitaan rakyat. Itu namanya menghisap darah rakyat, itu adalah menurut saya parasit, menghisap darah, vampir-vampir ekonomi,” ucap Prabowo.