Ratusan Taksi Tradisional Gelar Demo dan Tutup Jalan di Spanyol
Ratusan pengemudi taksi tradisional di Spanyol melakukan aksi protes dengan memblokir jalan di Madrid pada Rabu (28/5). Aksi ini dilakukan untuk menentang peningkatan izin operasional untuk kendaraan angkutan berbasis aplikasi.
Para demonstran mengungkapkan bahwa perusahaan seperti Cabify dan Uber dapat meminggirkan sektor taksi dari bisnis ini, serta masyarakat akan merasakan dampak dari tarif yang tidak teratur.
Protes oleh supir taksi di Spanyol kerap terjadi sebagai bentuk penolakan terhadap berbagai masalah, termasuk persaingan dengan layanan taksi online seperti Uber.
Menurut para pengunjuk rasa, perusahaan transportasi berbasis aplikasi dapat menaikkan tarif hingga tiga kali lipat selama acara besar atau cuaca buruk, dan aksi protes ini mengakibatkan penutupan jalan utama Madrid, La Castellana, selama beberapa jam.
Para pengemudi merasa frustrasi karena belum ada kesepakatan dari pemerintah mengenai batasan jumlah antara taksi online dan konvensional.
Setelah tujuh tahun permintaan dan kasus pengadilan di Pengadilan Keadilan Uni Eropa, Pengadilan Tinggi Madrid memutuskan bahwa perusahaan Spanyol, Cabify, dapat menambah 8.500 izin tambahan di wilayah Madrid dan akan mulai beroperasi dalam beberapa minggu mendatang.