PANGKEP NEWS: Lonjakan Pencurian Kripto di Tahun Ini
Jakarta, PANGKEP NEWS – Pencurian mata uang kripto semakin merajalela. Sepanjang tahun ini, lebih dari US$2,15 miliar atau sekitar Rp 35 triliun telah berhasil dicuri.
Informasi ini dilaporkan oleh Chainalysis, yang juga menyatakan bahwa pencurian tahun ini menjadi yang terbesar dibandingkan 2024. Diperkirakan, jika tren ini terus berlanjut, total pencurian bisa mencapai US$4 miliar (Rp 65,2 triliun), sebagaimana dilaporkan pada Jumat (18/7/2025).
Data menunjukkan nilai aset yang dicuri meningkat 17% year-to-date dibandingkan tahun 2022, yang sebelumnya dianggap sebagai tahun terburuk dalam catatan.
Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsentrasi korban pencurian yang signifikan, bersama dengan Amerika Serikat, Jerman, Rusia, Kanada, Jepang, dan Korea Selatan.
Wilayah dengan pertumbuhan jumlah korban terbesar dari H1-2024 ke H1-2025 adalah Eropa Timur, Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), serta Asia Tengah, Selatan, dan Oceania (CSAO).
Laporan tersebut juga menunjukkan nilai pencurian per korban tahun ini, dengan AS, Jepang, dan Jerman masuk dalam 10 besar. Uni Emirat Arab, Chili, India, Lithuania, Iran, Israel, dan Norwegia juga terdaftar, dengan UEA mencatat pencurian mendekati US$80 ribu (Rp 1,3 miliar).
Salah satu kasus pencurian terbesar adalah peretasan Bybit di DPRK, yang disebut sebagai perubahan lanskap ancaman tahun 2025.
Peretasan tersebut mengakibatkan kerugian hingga US$1,5 miliar (Rp 24,4 triliun), mewakili sebagian besar (69%) dari total dana yang dicuri sepanjang tahun ini.
Pencurian dilakukan dengan metode rekayasa sosial, termasuk infiltrasi layanan terkait kripto melalui penyusupan personal TI sebelumnya.
Chainalysis juga menyoroti strategi mitigasi untuk mencegah pencurian kripto di masa depan. Bagi perusahaan, ditekankan perlunya budaya keamanan yang kuat, audit keamanan rutin, dan proses penyaringan karyawan untuk menangkal upaya rekayasa sosial.
Untuk individu, menjaga kerahasiaan kepemilikan kripto sangat penting, serta menerapkan langkah-langkah keamanan teknis, seperti mengonversi kepemilikan menjadi koin privasi atau menggunakan dompet dingin.
(dem/dem)