Indonesia Berencana Impor 200.000 Sapi Bunting, Baru 9.700 yang Terealisasi
Jakarta – Pemerintah Indonesia memiliki rencana ambisius untuk mengimpor 200 ribu sapi perah dalam upaya mencapai swasembada susu nasional. Namun hingga pertengahan tahun ini, hanya sekitar 9.700 sapi yang berhasil diimpor ke Indonesia.
Maria Nunik Sumartini, Ketua Kelompok Fungsi Pasca Panen dan Pengolahan Hasil Peternakan dari Direktorat Hilirisasi Hasil Peternakan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, menyatakan bahwa target impor tersebut difokuskan pada sapi perah betina yang sedang bunting.
“Sapi perah yang diimpor sebaiknya dalam kondisi bunting. Jika tidak beranak, tentu tidak akan menghasilkan susu. Karenanya, harus yang sedang bunting,” ujar Nunik saat diwawancarai di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, pada hari Jumat (13/6/2025).
Strategi ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan populasi sapi perah domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor susu yang saat ini memenuhi 80% kebutuhan nasional.
Nunik menambahkan, “Pemerintah saat ini berfokus pada impor sapi, bukan susu, untuk menciptakan nilai tambah bagi pendapatan masyarakat.”
Realisasi Impor Masih Jauh dari Target
Walau target besar telah ditetapkan, pelaksanaannya masih jauh dari harapan. Hingga saat ini, hanya sekitar 9.700 sapi yang telah berhasil diimpor oleh 11 perusahaan.
“Sapi harus tersedia di negara asal terlebih dahulu. Selain itu, kita menginginkan sapi yang sudah bunting, sehingga perlu penyiapan lebih dahulu di negara asal,” jelas Nunik.
Tantangan lainnya terletak pada kesiapan pelaku usaha di dalam negeri. Karena skema impor ini tidak menggunakan dana APBN, melainkan investasi murni dari sektor swasta.
“Pelaku usaha memiliki kemampuan finansial yang bervariasi, ada yang komitmennya kecil, ada pula yang besar. Namun, kami terus berupaya,” tambahnya.
Nunik menegaskan bahwa pemerintah bertindak sebagai fasilitator kebijakan dan membuka kesempatan bagi investor serta peternak untuk terlibat.
“Kami terus mengajak mereka untuk berkomitmen, mengembangkan usaha, dan memasukkan sapi impor,” ungkapnya.
Perusahaan pengimpor berasal dari dalam negeri, namun sapinya didatangkan dari negara lain seperti Australia, Brasil, dan Selandia Baru, yang sudah sering menjadi sumber.
Populasi Sapi Perah di Indonesia
Populasi sapi perah di Indonesia saat ini sekitar 540.600 ekor, sebagian besar dimiliki oleh peternak rakyat. Namun, ada juga pelaku usaha besar seperti Greenfield dan Raffles yang mendukung populasi ini. Dari total tersebut, tidak semuanya produktif, karena ada anak sapi jantan yang dipotong untuk daging, sementara betina produktif menjadi tumpuan produksi susu.
Sementara itu, untuk sapi potong, pemerintah juga mengimpor indukan betina agar bisa berkembang biak dan meningkatkan populasi secara berkelanjutan.
Nunik menjelaskan bahwa harga rata-rata untuk sapi perah bunting yang diimpor sekitar Rp45 juta per ekor.
Dengan sisa waktu setengah tahun, mencapai target 200 ribu ekor menjadi tantangan besar. Namun, pemerintah tetap berkomitmen untuk mendorong pelaku usaha agar terus berusaha mencapai target tersebut.
“Kami selalu berusaha untuk mencapai,” tutup Nunik.