Singapura: Menjadi Negara Terkaya di Dunia, Mengungguli AS dan Swiss
Jakarta, PANGKEP NEWS – Menakjubkan, negara kecil di Asia ini berhasil menjadi yang terkaya di dunia, melampaui negara besar seperti Amerika Serikat dan Swiss yang selama ini dikenal sebagai negara maju.
Di berbagai belahan dunia, negara-negara diklasifikasikan sebagai yang terkaya atau termiskin berdasarkan ekonomi mereka, terutama diukur dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan PDB sebagai total nilai tambah yang dihasilkan oleh semua unit usaha dalam suatu negara, atau jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.
Dengan memanfaatkan PDB, khususnya PDB per kapita, kita dapat mengidentifikasi negara-negara terkaya maupun negara-negara termiskin di dunia.
PDB per kapita merupakan rata-rata pendapatan penduduk suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Secara umum, nilai PDB per kapita bisa dijadikan indikator kesejahteraan dan kekuatan ekonomi suatu negara.
Pendapatan per kapita yang tinggi dianggap selaras dengan tingkat pembangunan yang tinggi di negara tersebut.
Untuk menilai apakah suatu negara kaya atau miskin, kita dapat menggunakan PDB per kapita berdasarkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP).
International Monetary Fund (IMF) telah merilis data terbaru pada April 2025 tentang daftar negara terkaya di dunia berdasarkan PDB per kapita purchasing power parity.
Yang mungkin mengejutkan, negara terkaya di dunia saat ini bukanlah China, melainkan negara kecil di Asia Tenggara. AS sendiri hanya berada di peringkat sepuluh.
Negara-negara mana saja yang termasuk terkaya di dunia berdasarkan PDB per kapita purchasing power parity? Berikut daftarnya, menurut data IMF per April 2025.
Berdasarkan data tersebut, Singapura, negara yang dekat dengan Indonesia, menjadi negara terkaya di dunia, dengan PDB per kapita purchasing power parity mencapai US$156.755 atau sekitar Rp2,57 miliar (dengan asumsi kurs Rp 16.430/US$) pada April 2025.
Sementara itu, Sudan Selatan menempati posisi sebagai negara termiskin di dunia dengan PDB per kapita purchasing power parity sebesar US$716.
Negara termuda di dunia ini meraih kemerdekaan pada 2011, namun menghadapi tantangan ekonomi yang berat akibat ketidakstabilan politik, konflik yang terus berlangsung, dan infrastruktur yang terbatas.
Dengan populasi sekitar 15 juta jiwa, lebih dari 60% penduduk Sudan Selatan membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Tidak hanya itu, pertanian tradisional yang menjadi sumber penghasilan utama mayoritas penduduk terhambat oleh iklim ekstrem dan kekerasan internal.
PANGKEP NEWS RESEARCH