Protes Besar di Negara Tetangga Indonesia, Desak PM untuk Mundur!
Ribuan orang turun ke jalan di Thailand menuntut Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra untuk melepaskan jabatannya. Tuntutan ini muncul setelah rekaman telepon yang menjadi perbincangan luas, antara PM Shinawatra dan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, bocor ke khalayak ramai.
Kontroversi ini tidak hanya memicu kemarahan di kalangan rakyat, tetapi juga mengancam stabilitas pemerintahan, terutama setelah partai koalisi utama menarik dukungan mereka. Ini menambah tantangan bagi Shinawatra, yang partainya, Pheu Thai, baru saja berkuasa sejak 2023.
Protes tersebut adalah aksi anti-pemerintah terbesar yang terjadi sejak Pheu Thai mengambil alih kekuasaan. Para demonstran berkumpul di sekitar Victory Monument, sebuah monumen perang terkenal di persimpangan sibuk di kota.
Paetongtarn, pada hari Sabtu, menyatakan bahwa dirinya tidak khawatir dengan aksi protes tersebut dan telah menginstruksikan aparat keamanan untuk memastikan bahwa demonstrasi berlangsung damai. Namun, situasi semakin rumit ketika Partai Bhumjaithai, yang sebelumnya menjadi bagian dari koalisi pemerintahan, memutuskan untuk menarik dukungan mereka karena masalah kedaulatan dan integritas Thailand.
Selain itu, Shinawatra kini juga menghadapi penyelidikan hukum yang dipicu oleh permohonan dari sekelompok senator ke Mahkamah Konstitusi serta lembaga antikorupsi nasional untuk menelusuri tindakan PM terkait dengan bocornya pembicaraan telepon tersebut.