Trump Ajukan Solusi Akhir untuk Kedamaian Ukraina-Rusia
Jakarta, PANGKEP NEWS – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dikabarkan telah memberikan ‘tawaran akhir’ kepada Ukraina untuk menyudahi konflik yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Menurut Axios, Rabu (23/4/2025), dokumen satu halaman yang dirancang setelah pertemuan empat jam antara utusan Trump, Steve Witkoff, dan Presiden Rusia Vladimir Putin awal bulan ini, telah diberikan kepada pejabat Ukraina di Paris minggu lalu.
Dalam proposal tersebut, AS bersedia mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia secara de jure dan secara tidak resmi mengakui kendali Moskow atas Republik Rakyat Luhansk dan Donetsk, serta wilayah Kherson dan Zaporizhia.
Rencana ini juga meliputi pencabutan sanksi pasca-2014 terhadap Moskow dan peningkatan kerja sama ekonomi bilateral. Washington juga akan menentang upaya Ukraina untuk bergabung dengan NATO secara resmi.
Sebagai imbalan, Ukraina akan mendapatkan ‘jaminan keamanan yang kuat’ dari koalisi negara-negara Uni Eropa dan negara lain yang sejalan. Proposal ini tidak menjelaskan secara rinci bagaimana operasi ‘penjaga perdamaian’ akan berfungsi.
Reaksi Ukraina dan Rusia
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, berulang kali menolak untuk menyerahkan wilayah apa pun kepada Rusia dan terus meminta AS serta sekutunya untuk memberikan dukungan militer yang berkelanjutan.
Sebaliknya, Moskow menyatakan bahwa status Krimea dan empat wilayah Ukraina lainnya yang bergabung dengan Rusia tidak bisa dinegosiasikan. Pejabat Rusia bersikeras bahwa setiap kesepakatan damai harus menyelesaikan ‘akar penyebab’ konflik.
Putin mendukung secara prinsip usulan gencatan senjata 30 hari dari AS, tetapi menekankan bahwa detail lebih lanjut perlu dibahas dan setiap gencatan senjata harus membuka jalan menuju perdamaian yang abadi.
Washington mengharapkan Kyiv untuk merespons proposal tersebut selama pertemuan multinasional di London pada Rabu. Witkoff dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio akan melewatkan acara tersebut, dengan Jenderal Keith Kellogg memimpin delegasi AS.
Rubio memperingatkan bahwa AS bisa meninggalkan inisiatif damai ini dan beralih ke isu lain jika negosiasi gagal. Trump menyatakan bahwa ada ‘peluang bagus untuk menyelesaikan masalah’ minggu ini.
Sementara itu, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyebutkan bahwa respons Barat terhadap proposal perdamaian dari Putin sebagian besar ‘tidak konstruktif.’ Peskov juga menekankan tidak ada kesiapan atau keterbukaan untuk inisiatif damai dari pihak Barat.