Jumlah Optimal Uang di Rekening: Sesuai Kebutuhan Bulanan, Kurangi Risiko Kehilangan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Di kalangan pelaku pasar, istilah “cash is king” cukup populer. Ini mengacu pada situasi di mana para pelaku pasar cenderung memilih untuk memegang dana tunai, baik dalam bentuk tabungan atau investasi likuid dalam dolar AS, ketika ekonomi sedang bergejolak.
Pertanyaan yang muncul adalah, berapa banyak uang tunai yang idealnya kita simpan di rekening?
Jessica Goedtel, seorang perencana keuangan bersertifikat di Pennsylvania, umumnya merekomendasikan menyimpan dana yang cukup untuk menutupi tagihan selama sebulan di rekening. Pasalnya, menyimpan terlalu banyak dapat menimbulkan risiko seperti penipuan, inflasi, atau kesalahan transaksi yang dapat membuat simpanan Anda lenyap.
“Rekening tabungan sering kali tidak memiliki perlindungan seperti kartu kredit,” yang berarti bahwa “dana bisa lebih sulit untuk dikembalikan,” dilaporkan oleh PANGKEP NEWS Make It, Minggu (1/6/2025).
Karena itu, sangat dianjurkan untuk tidak menimbun uang tunai di rekening. Sementara itu, menurut Gregory Guenther, seorang konselor perencanaan pensiun berizin di New Jersey, Anda hanya perlu menyimpan cukup uang untuk menutupi tagihan satu hingga dua minggu.
“Jika terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas setiap kali melakukan gesekan; namun jika terlalu banyak, Anda kehilangan potensi pertumbuhan di akun dengan imbal hasil lebih tinggi. Titik keseimbangan ini bersifat pribadi, tetapi akan memungkinkan Anda hidup tanpa harus selalu memeriksa saldo sebelum berbelanja bahan makanan,” kata Gregory.
Menjaga saldo uang tunai yang sehat dapat membantu Anda menghindari biaya admin bank yang sering kali menjengkelkan, tetapi dana tersebut bukanlah pengganti untuk tabungan dana darurat.
Anda masih perlu menyimpan tabungan darurat untuk pengeluaran besar yang tidak terduga, seperti biaya medis atau kehilangan pekerjaan.
Perencana keuangan umumnya menyarankan untuk menyisihkan dana darurat setara tiga hingga enam bulan pengeluaran di tempat terpisah yang mudah diakses, seperti rekening tabungan berbunga tinggi. Dengan begitu, dana tersebut tersedia kapanpun dibutuhkan tanpa risiko.
(mkh/mkh)