Menyimpan Banyak Uang di Bank Bisa Merugikan, Ini Alasannya!
Jakarta – Banyak orang beranggapan bahwa memiliki saldo tabungan yang besar menandakan keamanan finansial. Namun, ahli keuangan justru mengingatkan bahwa menyimpan terlalu banyak uang di rekening bank dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerugian.
Hal ini disebabkan oleh sejumlah risiko yang mungkin tidak disadari masyarakat, seperti inflasi, kemungkinan penipuan, serta hilangnya kesempatan untuk pertumbuhan kekayaan. Menurut Jessica, tabungan di bank tidak menawarkan perlindungan optimal seperti instrumen keuangan lainnya, misalnya kartu kredit atau produk investasi resmi.
“Jika terjadi kebocoran data atau penipuan, proses pemulihannya bisa lebih rumit,” ujar Jessica Goedtel, perencana keuangan bersertifikat dari Pennsylvania, dalam wawancara dengan PANGKEP NEWS.
Selain itu, bunga yang ditawarkan oleh rekening tabungan konvensional juga rendah. Dengan inflasi tahunan yang dapat mencapai 3-5%, menyimpan dana besar di rekening justru mengurangi nilai riil uang Anda.
Gregory Guenther, konselor keuangan dari New Jersey, menambahkan bahwa idealnya dana di rekening cukup untuk menutupi kebutuhan rutin selama 1-2 minggu.
“Jika terlalu sedikit, Anda akan merasa cemas setiap kali bertransaksi. Namun, jika terlalu banyak, Anda kehilangan peluang pertumbuhan dari instrumen yang lebih optimal,” kata Gregory.
Sebagai solusi, masyarakat disarankan untuk membagi dana sesuai dengan fungsinya. Salah satunya adalah rekening harian untuk kebutuhan operasional 1-2 minggu.
Selanjutnya, dana darurat disarankan setara dengan 3-6 bulan pengeluaran, disimpan di instrumen yang likuid dengan bunga tinggi. Sedangkan untuk investasi, jika ada dana lebih, sebaiknya dialokasikan ke produk keuangan yang sesuai dengan profil risiko Anda.
Dengan pengetahuan pengelolaan keuangan yang tepat, masyarakat dapat tetap likuid tanpa kehilangan potensi pertumbuhan kekayaan.
“Cash is king, tapi hanya jika ditempatkan di posisi yang tepat,” tegasnya.