Atlet Paralayang Ekstrem Gugur dalam Kecelakaan di Italia
Felix Baumgartner, yang dikenal sebagai pelopor dalam olahraga terjun ekstrem dari orbit luar angkasa, meninggal dalam sebuah kecelakaan paralayang bermotor di wilayah tengah Italia pada Kamis (17/7/2025). Pria Austria berusia 56 tahun tersebut kehilangan kendali atas paralayang bermotornya saat melintasi langit Porto Sant’Elpidio, wilayah Marche, dan jatuh di dekat kolam renang sebuah hotel.
Penyebab pasti insiden itu belum terungkap, namun Wali Kota Porto Sant’Elpidio, Massimiliano Ciarpella, menyatakan bahwa laporan awal menunjukkan kemungkinan Baumgartner mengalami gangguan kesehatan saat berada di udara. Ia mengungkapkan belasungkawa atas kepergian individu yang dianggap sebagai simbol keberanian dalam dunia penerbangan ekstrem.
Nama Baumgartner menjadi terkenal pada Oktober 2012 ketika ia melompat dari ketinggian 38 km di atas Roswell, New Mexico, menggunakan balon udara dan pakaian khusus. Aksi tersebut menjadikannya orang pertama yang menembus kecepatan suara dalam terjun bebas, melampaui 1.343 km/jam.
Kariernya dalam olahraga ekstrem dimulai sejak usia muda dan berkembang dengan berbagai aksi berbahaya seperti terjun payung melintasi Selat Inggris hingga melompat dari Menara Petronas di Malaysia. Ia menjuluki dirinya sebagai ‘Dewa Langit’ dan dikenal luas di kalangan penggemar olahraga udara.
Meski dikenal karena prestasi ekstremnya, Baumgartner juga pernah menuai kontroversi. Ia sempat menjadi sorotan publik karena pernyataannya yang mendukung sistem pemerintahan otoriter. Pada tahun 2010, ia dijatuhi denda sebesar 1.500 euro, atau sekitar Rp29 juta, setelah terlibat pertengkaran dan memukul seorang sopir truk di Austria.
Kepergian Baumgartner menjadi kehilangan besar bagi dunia olahraga ekstrem, meninggalkan warisan prestasi yang tak terlupakan di udara dan ruang angkasa.