Dari Chatuchak hingga Menara Kembar, QRIS Memudahkan Transaksi Selama Liburan
Jakarta, PANGKEP NEWS – Kehadiran Quick Response Indonesian Standard atau QRIS sangat membantu masyarakat, terutama dalam melakukan transaksi keuangan. Melalui QRIS, masyarakat kini tidak lagi direpotkan dengan berbagai aktivitas transaksi menggunakan uang tunai. Maka tidak mengherankan jika layanan dan penggunaan QRIS terus diperluas, termasuk ke luar negeri seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Dengan memanfaatkan QRIS lintas negara, masyarakat tidak perlu lagi direpotkan dengan konversi atau penukaran mata uang ketika berbelanja. Pengguna cukup melakukan transaksi dengan memindai kode QR di ketiga negara tersebut.
Tidak hanya di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura, QRIS lintas negara juga diharapkan dapat dipakai di Korea Selatan, Uni Emirat Arab, India, dan Arab Saudi.
“In the process dengan Korea, India, Uni Emirat Arab, juga sedang proses dengan Saudi Arabia,” ungkap Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, dikutip Jumat (2/5/2025).
Peningkatan kerjasama QRIS lintas negara, menurut Destry dapat memudahkan masyarakat Indonesia yang ingin berbelanja di negara-negara tersebut. Kehadiran QRIS lintas negara juga mengurangi ketergantungan pada uang tunai saat berwisata, karena pengguna cukup memanfaatkan layanan QRIS di ponselnya.
“Jadi itu memudahkan, nanti kalau masyarakat Indonesia misalnya ingin transaksi bisa dengan QRIS,” tegasnya. Selain itu, Artajasa juga telah mendapatkan sertifikasi internasional, termasuk ISO 27001: 2013 untuk manajemen keamanan informasi, ISO 9001: 2015 untuk standar manajemen mutu, serta Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS): 2023 yang memastikan perlindungan data transaksi pembayaran. Artajasa juga melakukan pemantauan sistem selama 24 jam untuk menjamin keamanan secara real-time.
QRIS bukan hanya memberikan dampak positif bagi pelancong Indonesia di luar negeri, tetapi juga memudahkan wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia, sehingga meningkatkan transaksi UMKM lokal terutama di kawasan wisata.
Untuk turis mancanegara, menggunakan uang tunai saat berwisata di Indonesia menjadi lebih mudah, karena bisa menggunakan QRIS lintas negara. Dengan demikian, UMKM dapat menjangkau konsumen dan pasar yang lebih luas, berpotensi memperluas jaringan bisnis hingga ke pasar global.
Dalam kesempatan berbeda, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa penerapan QRIS sudah sesuai standar global European Master Visa. Dengan kata lain, standar QRIS sudah selaras dengan standar global sehingga dapat digunakan lintas negara.
QRIS adalah standar versi Indonesia yang diadopsi dari standar global, imbuh Perry. Sementara itu, PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) sebagai penyedia infrastruktur sistem pembayaran elektronis di Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong digitalisasi di sektor keuangan, termasuk penggunaan QRIS di luar negeri. Artajasa juga terus berupaya memperkuat backbone switching yang mendukung transaksi real-time dan terintegrasi lintas negara.
Presiden Direktur Artajasa, Armand Hermawan mengatakan, hal tersebut dilakukan pihaknya sebagai upaya menciptakan ekosistem pembayaran yang andal dan aman di Indonesia. Untuk itu, lanjut Armand, pihaknya tidak segan untuk melakukan inovasi dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam menghadirkan teknologi baru untuk mendukung sektor jasa keuangan.
“Artajasa selalu siap mendukung, bank, fintech dan siapapun. Kita tidak bisa tumbuh sendiri dan akan tumbuh bersama,” kata Armand beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan bahwa saat ini, masyarakat mengandalkan platform keuangan digital untuk berbagai aktivitas keuangan, mulai dari transaksi, menabung, hingga berinvestasi. Masyarakat juga melakukan transaksi digital di berbagai kesempatan dan tempat, baik di ritel modern maupun pedagang kaki lima terutama dengan kehadiran QRIS.
Armand Hermawan mengatakan Artajasa sangat mengapresiasi apa yang dilakukan BI dan asosiasi serta mitra bank sentral di beberapa negara terkait dengan QRIS. Apalagi pengguna QRIS terbesar berasal dari Indonesia, sehingga dengan ini inklusi keuangan akan terjadi dengan cepat.
“Selain itu, QRIS lintas negara membuat transaksi antar-ASEAN lebih cepat dan tidak bergantung pada dolar sebagai benchmark, sehingga lebih mudah dalam melakukan transaksi keuangan,” tegas Armand.
Sebagai informasi, implementasi QRIS secara nasional dimulai pada 1 Januari 2020, dengan masa transisi sebelumnya. Saat ini, QRIS juga dapat digunakan oleh wisatawan asing dengan aplikasi pembayaran yang mendukung standar EMVCo (Europay, Mastercard, and Visa Coorporation), organisasi global yang penting dalam memastikan bahwa teknologi pembayaran global bekerja dengan aman dan efisien. Penggunaan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendukung sistem pembayaran nasional yang efisien, aman, dan inklusif.
Bagaimana cara menggunakan QRIS lintas negara? Berikut caranya berdasarkan laman BI.
- Gunakan aplikasi perbankan atau jasa keuangan yang dimiliki.
- Buka aplikasi pembayaran dan klik menu Pindai QRIS.
- Masukkan jumlah nominal yang harus dibayar atau ditransfer, dalam mata uang negara asal, misal 10 baht.
- Konfirmasi tujuan dan nominal dalam Rupiah (otomatis sudah terkonversi, misal dari 10 Baht akan otomatis menjadi Rp 4.500).
- Masukkan PIN. Anda akan menerima notifikasi bahwa transaksi berhasil dilakukan.
- Pembayaran dengan QRIS lintas negara selesai dilakukan.
Sekarang Anda sudah tahu cara mudah menggunakan QRIS? Jangan ragu gunakan QRIS saat berada di luar negeri!