Panasonic Akan PHK 10.000 Karyawan, Bagaimana Nasib 8.000 Pekerja di Indonesia?
Jakarta, PANGKEP NEWS – Panasonic, perusahaan elektronik besar dari Jepang, telah mengumumkan rencana untuk memberhentikan 10.000 karyawan secara global.
Pemotongan ini mencakup sekitar 4% dari total tenaga kerja, yang berjumlah hampir 230.000 orang di seluruh dunia.
Sampai saat ini, Panasonic di Indonesia belum memberikan keterangan resmi apakah kebijakan ini akan mempengaruhi pabrik mereka di Indonesia.
Namun, jika terkena dampak, ribuan pekerja bisa terpengaruh.
“Total karyawan di sini sekitar 7 hingga 8 ribu orang,” kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal kepada PANGKEP NEWS, Senin (12/5/2205).
Selain itu, lokasi perusahaan tersebar di berbagai wilayah, sehingga tenaga kerja tersebar di banyak tempat.
“Pabrik Panasonic di Indonesia terletak di DKI 2 PT, Bogor 1 PT, Bekasi 2 PT, Pasuruan 1 PT, dan Batam 1 PT,” tambah Iqbal.
Tidak semua sektor bisnis perusahaan mengalami tekanan yang sama.
“Industri yang masih kuat adalah pabrik baterai, alat kesehatan, home appliance, distributor elektronik merek Panasonic, dan lainnya,” jelas Iqbal.
Pekerja masih menunggu pernyataan resmi dari perusahaan terkait nasib mereka.
“Sampai saat ini belum ada PHK di Panasonic Indonesia, namun sebagai dampak dari kebijakan global Panasonic Jepang, mungkin ada PHK karyawan kontrak atau sebagian kecil karyawan tetap, mungkin di bawah seribu orang, artinya tetap ada PHK,” ujar Iqbal.
Panasonic, yang juga menjadi pemasok utama baterai untuk kendaraan listrik Tesla, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk meningkatkan profitabilitas di tengah tekanan ekonomi global dan perubahan permintaan pasar.
“Kami akan meninjau secara menyeluruh efisiensi operasional di setiap perusahaan grup, terutama di departemen penjualan dan non-produksi,” ujar Panasonic dalam pernyataan resminya.
“Kami akan mengevaluasi kembali jumlah organisasi dan personel yang benar-benar dibutuhkan,” tambahnya.