Waspadai Penipuan Siber Melalui WhatsApp dan Email
Jakarta, PANGKEP NEWS – Masyarakat harus berhati-hati dengan berbagai modus penipuan yang dilakukan oleh pelaku kejahatan siber. Mereka menggunakan berbagai kanal untuk menipu, yang pada akhirnya menguras rekening para korban.
Penjahat siber ini seringkali menggunakan teknik social engineering untuk memanipulasi psikologis korban agar mendapatkan akses ke informasi yang seharusnya bersifat rahasia.
Penipuan biasanya dilakukan dengan mengirimkan file apk yang disamarkan sebagai foto paket, tagihan, pengumuman bank, atau bahkan undangan pernikahan.
Kasus-Kasus Penipuan Online Hingga 2025
Like Akun Bank Indonesia
Bank Indonesia (BI) memperingatkan masyarakat tentang modus penipuan baru yang mengatasnamakan bank sentral. Modus ini meminta masyarakat untuk memberikan ‘like’ pada unggahan tertentu di media sosial dengan iming-iming komisi. Namun, setelah memenuhi permintaan tersebut, korban diminta mentransfer sejumlah uang, yang berujung pada penipuan.
Surat Peringatan Pajak
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengingatkan masyarakat, terutama wajib pajak, agar berhati-hati terhadap email yang berisi surat peringatan pajak. Dirjen Pajak Suryo Utomo menekankan agar waspada terhadap email phishing yang tidak dikirim dari alamat resmi DJP.
Penipuan Modus Kurir
Kasus penipuan ini pertama kali viral di akhir 2022 dengan modus apk. Penipu mengaku sebagai kurir dari J&T Express dan mengirimkan file apk yang jika diunduh, dapat menguras saldo mobile banking korban.
File Undangan Nikah
Modus ini menggunakan file apk yang disamarkan sebagai ‘Surat Undangan Pernikahan Digital’. Penipu mengajak korban untuk membuka file tersebut, yang berpotensi mencuri data pribadi korban.
Surat Tilang Palsu
Modus ini berwujud kiriman file apk berupa surat tilang palsu melalui WhatsApp. Warga diimbau untuk tidak mengunduh file apk dari sumber yang tidak dikenal.
Pengumuman dari Bank
Modus penipuan ini menggunakan file pdf yang mengatasnamakan bank dengan informasi palsu mengenai perubahan tarif transaksi. Korban kemudian diarahkan untuk mengisi formulir di dalam link palsu tersebut.
Undangan VCS
Modus video call sex (VCS) dari nomor tidak dikenal menjadi alat pemerasan. Pakar keamanan menyarankan untuk tidak mengikuti ancaman dan meminta bantuan dari teman yang paham teknologi.
File PPS Pemilu
Modus terbaru menyamar dalam file bernama “PPS PEMILU 2024”. File apk ini meminta akses SMS, yang dapat digunakan pelaku untuk mencuri data perbankan korban. Kominfo menyarankan masyarakat hanya mengunduh aplikasi dari toko resmi seperti Google Play Store atau App Store.