Kebijakan Perdagangan Trump Jadi Bumerang, Warga AS Terkena Dampaknya
Jakarta, PANGKEP NEWS – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menghapus kebijakan de-minimis, yang sebelumnya membebaskan pajak impor barang murah dari luar negeri dengan nilai di bawah US$800 (Rp13,1 juta). Keputusan ini berdampak signifikan bagi banyak warga AS. Banyak dari mereka yang berbelanja melalui platform e-commerce China dengan biaya sangat rendah seperti Shein, Temu, dan AliExpress untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Menurut penelitian kongres, lebih dari 80% dari keseluruhan pengiriman e-commerce AS pada tahun 2022 adalah impor de minimis, yang sebagian besar berasal dari China.
Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS menyatakan bahwa mereka memproses hampir 4 juta pengiriman de minimis bebas bea setiap harinya. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengiriman ini berasal dari China dan Hong Kong. Selama tahun fiskal terakhir, CBP melaporkan 1,36 miliar paket masuk ke AS melalui pengecualian de minimis.
Seorang pensiunan perawat bernama Rena Scott dari Virginia mengungkapkan bahwa dia tidak lagi mampu membeli dari Temu. Dampak terbesar dirasakan oleh rumah tangga berpenghasilan rendah dengan sekitar 48% paket de minimis dikirim ke kode pos termiskin di AS, sementara 22% dikirim ke kode pos terkaya, menurut penelitian dari ekonom UCLA dan Yale.
Perubahan ini bisa terjadi secara bertahap. Contohnya, Shein dan Temu telah menaikkan harga sebelum pengecualian de minimis berakhir, menambah harga beberapa barang di platform mereka. Shein menyatakan bahwa karena perubahan terbaru dalam aturan dan tarif perdagangan global, biaya operasional meningkat. Untuk terus menawarkan produk berkualitas, mereka harus melakukan penyesuaian harga, berusaha menjaga harga tetap rendah dan mengurangi dampaknya pada konsumen.
Peningkatan biaya juga akan dirasakan oleh pengirim. DHL menyebut pihaknya telah menambah jumlah staf untuk menangani volume tambahan izin masuk informal yang diprediksi. Barang dari China dan Hong Kong yang dikirim melalui UPS, DHL, dan FedEx dikenakan tarif dasar 145%, ditambah tarif produk khusus tambahan. Barang yang dikirim melalui United States Postal Service (USPS) akan dikenakan tarif dasar 120% atau biaya tetap US$100 per item pos. Mulai 1 Juni, biaya tetap akan menjadi US$200.
Mayoritas basis pendukung Trump tetap setia, menyatakan dalam media sosial bahwa mereka akan melewati tantangan ekonomi ini dengan keyakinan mereka kepada presiden. Namun, semakin banyak warga AS yang merasa sebaliknya. Sebanyak 59% mayoritas publik sekarang mengatakan kebijakan Trump telah memperburuk kondisi ekonomi AS, menurut jajak pendapat yang dilakukan oleh SSRS bulan lalu. Survei tersebut dilakukan dari tanggal 17 hingga 24 April, setelah Gedung Putih mengumumkan tarif baru yang besar pada puluhan negara, dan kemudian menghentikan sementara pada banyak negara. Meski begitu, 6 dari 10 responden mengatakan bahwa kebijakan Trump telah meningkatkan biaya hidup di komunitas mereka.