Kondisi Makin Sulit, Driver Online di Ambang Bahaya
Jakarta – Waymo terus mengembangkan jaringan taksi otomatis tanpa pengemudi (robotaxi) di Amerika Serikat. Saat ini, kota Philadelphia dan New York City menjadi target berikutnya untuk pemetaan dan pengujian.
Proses ‘perjalanan darat’ dilakukan dengan armada yang masih dikemudikan manusia dengan bantuan sistem pengemudian otomatis. Waymo akan memulai pemetaan kota-kota baru ini dengan metode tersebut.
Pada tahap uji coba, meskipun berjalan otomatis, manusia tetap ditempatkan di belakang kemudi sebagai pengawas. Data yang diperoleh dari uji coba ini akan digunakan oleh para teknisi AI untuk meningkatkan sistem pengemudi berbasis kecerdasan buatan yang ada.
Pilihan Redaksi
-
Pantas Driver Ojol Meradang, Aplikator Potong Lebih 20% Tak Dihukum
-
Krisis Driver Online Menggila, China Langsung Bereaksi
Seorang juru bicara Waymo menjelaskan bahwa armada ini akan ditempatkan di area Philadelphia yang cukup kompleks, termasuk pusat kota dan jalan tol.
Menurut juru bicara tersebut, Waymo akan terlihat di berbagai lingkungan Philadelphia, mulai dari North Central hingga Eastwick, University City, dan sampai ke timur di Delaware River.
Untuk New York City, Waymo akan terlihat di Manhattan, mulai dari Central Park, The Battery, hingga beberapa bagian Downtown Brooklyn. Pemetaan juga akan dilakukan di Jersey City dan Hoboken New Jersey.
Tech Crunch mencatat bahwa Waymo masih memerlukan waktu untuk sepenuhnya meluncurkan robotaxi tanpa sopir di NYC, karena peraturan di sana lebih ketat dibandingkan lokasi lain.
Sebelumnya, Waymo telah melakukan uji coba yang berakhir dengan peluncuran komersial. Pada 2023, ‘perjalanan darat’ dilakukan di Santa Monica.
Saat ini, Waymo beroperasi di Los Angeles yang mencakup Santa Monica, Beverly Hills, hingga Hollywood. Selain itu, Waymo juga telah hadir di jalanan Atlantan, Austin, Bay Area, dan Phoenix. Masyarakat Miami akan dapat menggunakan robotaxi ini pada tahun 2025, dan Washington DC pada tahun berikutnya.
Perkembangan robotaxi di berbagai wilayah AS menandakan bahwa era kendaraan otomatis tanpa sopir semakin mendekat. Selain Waymo, Tesla dan sejumlah perusahaan otomotif lainnya juga bergerak ke arah pengembangan robotaxi yang berpotensi mengancam mata pencaharian driver online.
Di China, pengujian robotaxi sudah semakin sering terlihat. Beberapa perusahaan besar seperti WeRide, Baidu, dan Pony.ai menjadi pemain utama dalam pengembangan ini.