Jakarta, PANGKEP NEWS
Masa pensiun yang tenang dan bebas dari kekhawatiran finansial adalah impian banyak orang. Namun, kenyataannya, impian ini tidak selalu mudah dicapai oleh banyak pekerja.
Pengeluaran besar sering kali muncul menjelang pensiun, seperti biaya pendidikan anak, renovasi rumah, atau pelunasan utang. Selain itu, tidak semua karyawan menyiapkan dana pensiun untuk menghadapi periode transisi ini. Dana pesangon atau tabungan hari tua (THT) biasanya hanya bisa diterima setelah masa pensiun resmi dimulai.
Lalu, bagaimana cara menyiapkan masa pensiun agar berjalan tanpa kecemasan?
1. Kenali Kebutuhan Finansial Sebelum Pensiun
Sebelum memasuki masa pensiun, penting untuk merinci kebutuhan finansial yang mungkin timbul dalam waktu dekat, seperti melunasi utang, membiayai pendidikan anak, merenovasi rumah, atau memulai usaha baru.
Dengan merinci kebutuhan tersebut, Anda dapat memperkirakan dana yang diperlukan dan menyusun strategi keuangan yang realistis.
Langkah ini juga membantu Anda menghindari keputusan impulsif yang dapat membebani keuangan di kemudian hari.
2. Pastikan Sumber Dana Pensiun Anda
Calon pensiunan biasanya memiliki beberapa sumber dana yang akan diterima setelah masa kerja berakhir, seperti pesangon, uang pensiun, THT, tunjangan dari institusi atau pemerintah, serta pendapatan lainnya.
Mengetahui estimasi jumlah dana yang akan diterima membantu Anda dalam merancang pinjaman atau investasi jangka pendek yang tepat.
Pastikan dana tersebut dapat digunakan untuk membayar kewajiban yang mungkin diambil sebelum dana pensiun cair.
3. Siapkan Strategi Pembiayaan Selama Masa Transisi
Masa menjelang pensiun sering kali dipenuhi berbagai kebutuhan finansial tak terduga. Banyak karyawan mengalami penurunan pendapatan menjelang pensiun.
Penyebabnya beragam, mulai dari pengurangan tunjangan hingga munculnya kebutuhan tak terduga lainnya.
Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat memilih skema pembiayaan yang ringan, seperti kredit talangan berbasis pesangon atau THT.
Dengan skema tersebut, pokok pinjaman tidak perlu dicicil setiap bulan dan dapat dilunasi saat dana pensiun cair. Selain itu, beban bunga dapat diatur, baik dicicil ringan setiap bulan atau dibayar semuanya di awal.
Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah menggunakan Kredit BRIguna Talangan. Kredit ini merupakan produk turunan Briguna Pra Purna yang menyediakan fasilitas pinjaman berbasis talangan pesangon dan THT.
Sumber pembayaran berasal dari uang yang akan diterima nasabah menjelang pensiun, seperti uang pensiun, pesangon, THT, dan pendapatan lainnya.
Menariknya, pokok pinjaman hanya perlu dibayar satu kali saat kredit jatuh tempo, sehingga nasabah tidak perlu khawatir tentang cicilan bulanan selama masa pinjaman.
Kredit BRIguna Talangan menawarkan dua skema pembayaran yang fleksibel. Pertama, bunga dicadangkan di awal dan dipotong langsung saat pencairan, sehingga nasabah tidak memiliki kewajiban bulanan. Produk ini cocok bagi nasabah yang ingin bebas dari cicilan rutin.
Kedua, bunga dibayar bulanan dari gaji bulanan dengan batas maksimal cicilan sebesar 75 persen dari take home pay (THP). Pilihan ini memungkinkan Anda mencicil secara ringan sambil tetap aktif bekerja.
Program Kredit BRIguna Talangan cocok untuk aparatur sipil negara (ASN), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Indonesia (Polri), pegawai badan usaha milik negara (BUMN)/badan usaha milik daerah (BUMD), serta pegawai swasta.
Dengan jangka waktu maksimal hingga tiga tahun, nasabah dapat memilih tenor yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Jadi, tunggu apa lagi? Segera ajukan kredit pensiun Anda di Kredit BRIguna Talangan untuk memenuhi berbagai kebutuhan.