Sulit Mencari Pekerjaan, 7 Jenis Pekerjaan Kantoran Ini Terancam Hilang
Jakarta, PANGKEP NEWS – Kemajuan dalam bidang kecerdasan buatan atau AI berpotensi menimbulkan dampak besar. Beberapa pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia diprediksi bisa diambil alih oleh AI.
Pembahasan ini terus berkembang dengan cepat. Banyak yang mengatakan bahwa sejumlah pekerjaan akan dapat diotomatisasi dalam waktu dekat, sementara ada juga yang percaya bahwa beberapa pekerjaan tidak dapat digantikan oleh mesin.
Laporan dari Goldman Sachs memperkirakan bahwa 300 juta pekerjaan berisiko hilang akibat AI. Angka ini mempengaruhi sekitar seperempat dari pasar tenaga kerja global.
Menurut Forbes, berikut adalah beberapa pekerjaan yang berpotensi digantikan oleh AI:
1. Pekerja Administratif
Pekerjaan yang melibatkan pengolahan data yang berulang, seperti layanan pelanggan, entri data, dan penjadwalan, sudah mulai digantikan oleh AI seperti chatbot dan sistem robotik.
Sebuah studi dari Institute for Public Policy pada tahun 2024 menunjukkan bahwa 60% tugas administratif bisa diotomatisasi.
2. Pembukuan, Pemodelan Keuangan, dan Analis Data
Platform AI mampu mengolah data dan menghasilkan laporan lebih cepat dari manusia. Contohnya, JP Morgan telah mengotomatisasi tugas-tugas perbankan rutin.
Laporan tersebut mengindikasikan bahwa setidaknya 20% dari peran analis bisa tergantikan pada tahun 2030.
3. Pekerja Hukum
Bidang hukum, seperti paralegal, penyusunan kontrak, dan penelitian, juga terancam oleh AI. Studi Standford 2025 menunjukkan bahwa perangkat AI dapat mengotomatisasi analisis dokumen dengan akurasi hingga 90%.
Namun, beberapa pekerjaan seperti strategi hukum senior dan advokasi di pengadilan masih membutuhkan penilaian manusia.
4. Desain Grafis, Penulis Naskah, dan Jurnalis
Laporan dari Pew Research Center pada tahun lalu mengatakan bahwa 30% pekerjaan di media bisa diotomatisasi pada tahun 2035. Bill Ackman dari Pershing Square memprediksi bahwa konten AI akan mendominasi periklanan.
Namun, dia tetap percaya bahwa kreativitas manusia dalam bercerita dan seni akan bertahan lebih lama, setidaknya tidak sepenuhnya otomatis.
5. Pengembangan Perangkat Lunak, Teknik, dan Ilmu Data
Bekerja di bidang teknologi tidak menjamin keamanan dari AI. Meskipun teknologi dapat meningkatkan produktivitas, AI juga bisa mengotomatisasi tugas pengkodean dan desain rutin.
Forum Ekonomi Dunia 2025 menyatakan bahwa 40% tugas pemrograman bisa diotomatisasi pada tahun 2040.
6. Tenaga Medis
Tenaga medis sering disebut sebagai pekerjaan yang bisa digantikan oleh AI karena perkembangan AI diagnostik dan bedah robotik.
Namun, pekerjaan yang memerlukan empati, seperti perawat, terapi, dan pekerja sosial, masih sulit digantikan oleh mesin. Studi Lancet tahun 2023 menyatakan bahwa 25% tugas administratif medis dapat hilang dalam 10 tahun ke depan atau pada tahun 2035.
7. Tenaga Pengajar
Sementara banyak pekerjaan di bidang pengajaran yang tidak dapat digantikan, beberapa tetap terancam oleh AI. Laporan OECD tahun 2024 memprediksi bahwa 10% tugas pengajaran bisa diotomatisasi pada tahun 2040.
Pekerjaan yang sulit ditiru oleh AI termasuk pengajaran di bidang filsafat atau pendidikan anak usia dini, serta manajemen tingkat tinggi yang memerlukan kecerdasan emosional dan kemampuan adaptasi.
(dem/dem)