Jakarta, PANGKEP NEWS
Israel mengumumkan rencana pembangunan ‘kota kemanusiaan’ di atas reruntuhan Rafah, yang terletak di bagian selatan Jalur Gaza. Tempat ini direncanakan dapat menampung antara 600 ribu hingga 2,2 juta orang Palestina.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa skema ini diatur untuk memindahkan seluruh penduduk Gaza dan memotivasi mereka untuk pindah secara sukarela ke wilayah lain. ‘Mereka yang berada di zona ini tidak akan diizinkan kembali ke bagian lain Gaza,’ tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa warga Palestina akan diperiksa sebelum dipindahkan ke kota tersebut untuk memastikan tidak ada anggota Hamas yang masuk. Kementerian Pertahanan mulai merencanakan area tersebut, namun belum ada pernyataan publik resmi mengenai persetujuan skema ini.
Rencana ini mendapat kecaman karena dianggap sebagai kamp interniran dan menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi pelanggaran hak asasi manusia. ‘Meskipun pemerintah menyebutnya sebagai deportasi sukarela, tekanan yang diterima warga Gaza membuat keberangkatan tidak bisa dianggap sebagai tindakan sukarela secara hukum,’ kata Michael Sfard, seorang pengacara HAM terkemuka di Israel.
Pembangunan kota kemanusiaan ini muncul setelah Israel menolak usulan perubahan dari Hamas mengenai kesepakatan gencatan senjata Gaza. Hamas menginginkan perjanjian yang menjamin gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.
Konflik antara Hamas dan Israel diawali pada Oktober 2023, ketika Hamas melakukan serangan mendadak di wilayah selatan Israel sebagai respons terhadap tindakan penjajahan. Serangan ini menewaskan sekitar 1.200 orang, dengan sekitar 250 orang disandera.
Saat ini, sekitar 50 sandera masih berada di Gaza, dengan kurang dari separuhnya diyakini masih hidup. Selama 21 bulan terakhir, respons militer Israel yang melibatkan serangan udara dan artileri berat serta operasi darat di Gaza telah menyebabkan kematian sedikitnya 57.000 orang, sebagian besar korban adalah warga sipil, menurut laporan dari kementerian kesehatan setempat.
(sef/sef)